PENERAPAN MODEL TABA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI BELAHKETUPAT DAN LAYANG-LAYANG DI KELAS VII SMP

Abstrak: Pembelajaran dalam penelitian ini menggunakan model Taba. Model Taba merupakan prosedur pengajaran yang menggunakan proses penalaran induktif dalam menanamkan suatu konsep. Tujuh langkah model Taba antara lain Listing (mendata), Grouping (mengelompokkan), LabellingandData Collection (melabeli dan mengumpulkan data), Generalizing (menggeneralisasi), Comparing (membandingkan), Explaining (menjelaskan) dan Predicting (memprediksi).Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan bagaimana kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, aktivitas siswa, hasil belajar siswa, dan respon siswa terhadap pembelajaran. Data dikumpulkan menggunakan lembar pengamatan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, lembar pengamatan aktivitas siswa, kuis , tes hasil belajar, dan angket respon siswa.Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran menggunakan model Taba termasuk dalam kategori sangat baik dengan skor rata-rata sebesar 3,69, 2) Aktivitas siswa selama mengikuti pembelajaran termasuk dalam kategori kurang aktif dengan persentase rata-rata aktivitas siswa selain berperilaku tidak relevan dengan kegiatan pembelajaran yang sedang berlangsung sebesar 100% dan kesesuaian aktivitas siswa dengan waktu ideal berada dalam kategori kurang sesuai, 3) Hasil belajar siswa dilihat dari nilai kuis dan tes hasil belajar yang menyatakan sebanyak 26 dari 32 siswa telah tuntas dalam materi belahketupat dan layang-layang serta memperoleh persentase ketuntasan secara klasikal sebesar 81,25%, dan 4) Respon siswa terhadap pembelajaran termasuk kategori positif dengan rata-rata presentase respon sebesar 83,44%.
Keywords: Mathematics Learning, Taba model
Penulis: Ditya Rifky Rahmawati, Susanah
Kode Jurnal: jpmatematikadd160233

Artikel Terkait :