PROSES BERPIKIR SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL HOT DITINJAU DARI PERBEDAAN KECERDASAN MAJEMUK

Abstrak: Pada kenyataannya kemampuan matematika siswa di Indonesia masih berada di peringkat bawah berdasarkan hasil studi TIMSS. Berdasarkan hal tersebut maka perlu diketehui bagaimana proses berpikir siswa dalam menyelesaikan soal-soal HOT berdasarkan kecerdasan yang dimiliki siswa. Sebab salah satu faktor yang memengaruhi kemampuan proses berpikir setiap individu yaitu fakor kecerdasan.
Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan proses berpikir siswa SMP dalam menyelesaikan soal HOT ditinjau dari perbedaan kecerdasan majemuk. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan di kelas VIII-4 SMP Negeri 1 Sidoarjo tahun ajaran 2015/2016. Subjek penelitian terdiri dari satu siswa dari masing-masing jenis kecerdasan linguistik, logika matematika, dan visual spasial. Instrumen penelitian terdiri dari tes identifikasi kecerdasan majemuk, tes kemampuan matematika, tes HOT, dan pedoman wawancara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) dalam menyelesaikan soal menganalisis, SL mengingat dengan cara menjelaskan perbedaan masalah yang dihadapai dengan permasalah sebelumnya. Mempertimbangkan dua cara dalam menentukan informasi lainnya. Memberikan argumen tetapi terjadi miskonsepsi. Memutuskan jawaban dengan memeriksanya kembali. SM dan SV mengingat dengan mengaitkannya pada pengetahuan yang dimiliki, mempertimbangkan informasi lainnya dengan mudah, membuat argumen dengan mengingat rumus yang sesuai. SM memutuskan dengan mengecek kembali jawaban sedangkan SV tidak mengecek kembali. (2) dalam menyelesaikan soal mengevaluasi, SL dan SV mengingat dengan cara membaca soal beberapa kali. Mempertimbangkan rencana yang sama pada setiap permasalahan. SL membuat argumen dengan tepat pada masalah pertama tetapi kurang tepat untuk masalah lainnya. Memutuskan menyatakan benar atau salah tetapi kurang tepat. SM mengingat dengan cara membaca soal kemudian membuat oret-oretan. Mempertimbangkan rencana yang dipikirkan dan mengaplikasikannya dengan mudah. SM dan SV memberikan argumen dengan menjelaskan secara rinci langkah-langkah selesaiannya. Memutuskan benar atau salah secara singkat dan tepat. (3) dalam menyelesaikan soal mencipta, SL dan SV mengingat dengan cara menentukan konsep yang dimiliki tetapi kurang tepat. SM mengingat dengan memunculkan beberapa ide. SL, SM, dan SV mempertimbangkan konsep yang dimiliki dapat menyelesaikan masalah sesuai dengan informasi yang diketahui. SL membuat argumen yang tepat hanya pada satu permasalahan sedangkan SV menjelaskan konsep yang digunakan tetapi kurang tepat. SM membuat argumen terhadap ide yang dipilih sesuai dengan konsep yang dimiliki dengan tepat. SL dan SV memutuskan membuat dua soal sesuai konsep yang dimiliki tetapi kurang tepat sedangkan SM membuat dua soal dengan konsep yang tepat.
Kata kunci: proses berpikir, HOT, tes HOT, kecerdasan majemuk
Penulis: Elvi Hidayanti, Endah Budi Rahaju
Kode Jurnal: jpmatematikadd160232

Artikel Terkait :