PERBANDINGAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA YANG DIAJAR DENGAN METODE IMPROVE DAN METODE KONVENSIONAL PADA MATERI PERTIDAKSAMAAN LINIER SATU VARIABEL DI KELAS VII SMP NEGERI 5 SIDOARJO
Abstrak: IMPROVE merupakan
akronim yang mempresentasikan semua tahap dalam metode tersebut, yaitu
Introducing the new concept, Metacognitive questioning, Practicing, Reviewing
and reducing difficulties, Obtaning mastery, Verification, dan Enrichment.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah siswa
yang diajar dengan metode IMPROVE lebih baik daripada metode konvensional.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen. Populasi dalam
penelitian ini yaitu siswa kelas VII SMP Negeri 5 Sidoarjo. Dalam penelitian
ini memilih dua sampel yang dipilih secara acak menggunakan teknik Cluster
Random Sampling. Sampel yang terpilih yaitu kelas VII-4 sebagai kelas
eksperimen dan kelas VII-8 sebagai kelas kontrol. Instrumen dalam penelitian ini
yaitu lembar tes pemecahan masalah. Metode pengumpulan data yang digunakan
adalah metode tes di akhir pembelajaran.
Berdasarkan hasil dan pembahasan, diperoleh rata-rata kemampuan pemecahan
masalah kelas eksperimen sebesar 66 dan rata-rata kemampuan pemecahan masalah
kelas kontrol sebesar 50,22. Dari perhitungan dengan menggunakan uji t satu
pihak diperoleh t_hitung≥t_tabel yaitu 7,46≥1,67 sehingga H_0 ditolak atau H_1
diterima. Maka peneliti mengambil simpulan bahwa kemampuan pemecahan masalah
siswa yang diajar dengan metode IMPROVE lebih baik dari pada metode
konvensional.
Penulis: Dita Nilamsari, Ika
Kurniasari
Kode Jurnal: jpmatematikadd160234