Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving SSCS pada Materi Kubus dan Balok Di Kelas VIII-C SMP Negeri 2 Paciran Lamongan
Abstract: Matematika berkaitan
erat dengan kehidupan sehari-hari sehingga konsep dan aplikasinya sangat
dirasakan manfaatnya dalam pembelajaran. Pemecahan masalah merupakan bagian
yang cukup penting dalam proses pembelajaran matematika. Menurut informasi dari
beberapa guru matematika di SMP Negeri 2 Paciran Lamongan, guru matematika
masih kesulitan untuk membuat siswa aktif dalam proses pembelajaran, sehingga
siswa belum mempunyai kesempatan untuk membangun pengetahuan mereka sendiri
tentang matematika secara mendalam yang didasarkan pada apa yang mereka telah
ketahui dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Siswa menjadi berpikir bahwa
matematika itu abstrak dan membosankan karena hanya menghafalkan rumus serta
ide kreatif belajarnya menjadi terbatas. Dengan demikian perlu adanya guru
dalam menciptakan pembelajaran yang berpusat pada siswa sehingga siswa dapat
berperan aktif dalam proses belajar mengajar mereka. Salah satu model yang
dapat memicu siswa untuk ikut serta secara aktif dan berorientasi pada
pemecahan masalah dalam kegiatan belajar mengajar adalah model
pembelajaran Problem Solving SSCS.
Penelitian ini merupakan penilitian deskriptif yang bertujuan untuk
mendeskripsikan pengelolaan pembelajaran oleh guru, aktivitas siswa, hasil
belajar siswa, dan respons siswa terhadap pembelajaran menggunakan model
pembelajaran Problem Solving SSCS pada materi kubus dan balok di kelas VIII-C
SMPN Negeri 2 Paciran Lamongan. Subjek
dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VIII-C SMP Negeri 2 Paciran
Lamongan tahun ajaran 2013/2014. Subjek pengamatan siswa dipilih dua kelompok,
yang masing-masing kelompok beranggotakan empat siswa. Adapun rancangan
penelitian yang digunakan adalah one-shot case study, dilaksanakan selama tiga
pertemuan untuk pembelajaran dengan model pembelajaran Problem Solving SSCS dan
satu pertemuan untuk tes hasil belajar dan pengisian angket respons siswa.
Hasil analisis data menunujukkan: (1) pengelolaan pembelajaran oleh guru
secara keseluruhan mendapat skor 3,54 sehingga dikategorikan baik; (2) siswa
tergolong aktif selama pembelajaran dengan rata-rata presentase aktivitas siswa
adalah 79,12%; (3) nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 72,61; dan (4)
respons siswa terhadap pemebelajaran dengan menggunakan model pembelajaran
Problem Solving SSCS lebih dari 50% sehingga dikategorikan positif.
Penulis: NANIK INDRAWATI BM
Kode Jurnal: jpmatematikadd141219