KORELASI PEMECAHAN MASALAH DAN INDIKATOR BERFIKIR KRITIS
ABSTRACT: Didunia yang begitu
cepat berubah, tingkatan berfikir kritis akan menentukan daya tahan seseorang
dalam berkompetisi untuk menjadi yang terunggul. Kemampuan berfikir kritis adalah kemampuan
yang penting karena dapat mengembangkan dan menyatakan ide-ide penting,
membantu kita dalam mengkaji gagasan-gagasan yang rumit secara sistematis untuk
dapat memahami lebih baik sehingga mencegah orang-orang untuk membuat keputusan
yang buruk dan membantu mereka dalam memecahkan masalah. Sementara itu, hampir
setiap bidang kehidupan manusia memerlukan kemampuan pemecahan masalah. Bahkan,
kesuksesan dalam kehidupan sangat ditentukan oleh kemampuannya dalam memecahkan
masalah baik dalam skala besar maupun kecil. Dalam hal ini berfikir kritis
menjadi syarat yang penting bagi setiap orang untuk memecahkan masalah.
Banyak pendapat para ahli tentang pengertian berfikir kritis. Secara umum
berfikir kritis dapat didefinisikan suatu proses penggunaan kemampuan berpikir
secara efektif yang dapat membantu seseorang untuk membuat, mengevaluasi, serta
mengambil keputusan tentang apa yang diyakini atau dilakukan. Dari definisi
tersebut dapat maka berpikir kritis
mempunyai ciri-ciri: (1) menyelesaikan suatu masalah dengan tujuan
tertentu, (2) menganalisis, menggeneralisasikan,mengorganisasikan ide
berdasarkan fakta/informasi yang ada, dan (3) menarik kesimpulan dalam
menyelesaikan masalah tersebut secara sistematik dengan argumen yang benar.
Berfikir kritis sangat diperlukan dalam proses pembelajaran disemua mata
pelajaran termasuk matematika. Dalam pembelajaran
matematika kemampuan berfikir kritis akan sangat dibutuhkan dalam proses
memahami konsep, menganalisa masalah dan menentukan solusi yang tepat dari
sebuah permasalahan di matematika.
Hubungan antara berpikir kritis dan pemecahan masalah menarik untuk
dikaji. Selama ini pemecahan masalah sering dipandang sebagai keterampilan yang
bersifat mekanistis, sistematis, dan abstrak. Namun, seiring berkembangnya
teori-teori belajar kognitif, pemecahan masalah lebih dipandang sebagai
aktivitas mental yang kompleks yang memuat berbagai keterampilan kognitif.
Dalam konteks sebagaimana diuraikan di atas, berpikir kritis dipandang sebagai
syarat bagi tumbuhnya kemampuan pemecahan masalah. Namun, sebaliknya, pemecahan
masalah dapat pula dipandang sebagai sarana untuk menumbuhkan kemampuan
berfikir kritis. Perlu diketahui bahwa pemecahan masalah mempunyai berbagai
peran, yakni sebagai kemampuan, pendekatan, dan sebagai konteks. Mengingat
kemampuan berfikir kritis tidak tumbuh dalam suasana atau ruang hampa, maka ia
memerlukan sarana atau konteks. Dalam hal ini, konteks dimaksud dapat berupa
aktivitas pemecahan masalah. Dalam makalah ini akan dieksplorasi mengenai
hubungan antara pemecahan masalah dan berpikir kritis ditinjau dari berbagai
aspeknya.
Penulis: budi cahyono
Kode Jurnal: jpmatematikadd150880