Identifikasi Tingkat Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMP Dalam Memecahkan Masalah Open-ended.
ABSTRAK: Kreativitas merupakan
salah satu dari produk berpikir kreatif yang berguna bagi kehidupan baik dalam
dunia pendidikan maupun kerja. Kreativitas sendiri dapat berkembang jika
memiliki suatu alat pendukung dan salah satunya yaitu soal open-ended.
Pemberian soal open-ended dapat memicu seorang siswa untuk berpikir kreatif,
meskipun demikian kemampuan setiap siswa dalam berpikir kreatif itu
berbeda-beda, kemampuan berpikir kreatif terbagi menjadi lima tingkatan, yaitu
sangat kreatif, kreatif, cukup kreatif dan kurang kreatif. Penentukan tingkat
kreativitas berdasarkan tiga kriteria, yaitu kefasihan, fleksibilitas dan
kebaruan. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kemampuan berpikir
kreatif siswa SMP kelas VIII dalam memecahkan masalah open-ended. Penelitian
ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan di SMP
N 1 Kebomas kelas VIII-D yang berjumlah 30 siswa selanjutnya dipilih lima siswa
yang mewakili tiap tingkatan dari kemampuan berpikir kreatif untuk
didekripsikan kemampuan berpikir kreatifnya. Penelitian dilakukan dengan
melakukan sebuah tes pemecahan masalah dan wawancara. Berdasarkan hasil
analisis data, dapat disimpulkan bahwa: (1) Terdapat 2 siswa (7%) yang termasuk
dalam kelompok sangat kreatif. Karakteristik siswa ini adalah dapat menmukan
berbagai macam jawaban dan cara penyelesaian yang benar dan beragam. Salah satu
cara yang digunakan adalah dengan menggunakan luas bangun datar lainnya, dan
cara ini jarang digunakan oleh siswa lainnya.(2) Terdapat 7 siswa (23%) yang
termasuk dalam kelompok kreatif. Siswa pada tingkat ini menuliskan berbagai
macam jawaban dan beberapa cara penyelesaian yang berbeda, namun cara tersebut
adalah cara yang biasa digunakan oleh siswa lainnya.(3) Terdapat 4 siswa (13%)
yang termasuk dalam kelompok cukup kreatif. Siswa pada tingkat ini menemukan
berbagai macam cara penyelesaian yang berbeda dan benar. Salah satunya adalah
menggunakan perbandingan dan cara tersebut jarang digunakan siswa yang lain.
(4) Terdapat 14 siswa (47%) yang
termasuk dalam kelompok kurang kreatif. Siswa pada tingkat ini menuliskan
berbagai macam jawaban namun dengan menggunakan satu cara penyelesaian yang
sering digunakan.(5) Terdapat 3 siswa (10%) yang termasuk dalam kelompok tidak
kreatif. Siswa yang tidak dapat memecahkan persoalan.
Penulis: Ayu Wulansari
Kode Jurnal: jpmatematikadd141191