STRATEGI PENGUATAN MASYARAKAT SIAGA BENCANA DI KABUPATEN KAYONG UTARA
Abstract: Permasalahan dalam
penelitian ini adalah belum berfungsinya kelompok Masyarakat Peduli Bencana
sebagai garda depan upaya penanggulangan bencana di Kabupaten Kayong
Utara, sehingga perlunya strategi
penguatan terhadap kelompok, penelitian mengunakan teori penguatan kelembagaan, yang diukur dari beberapa indikator
kelembagaan yaitu, kejelasan tujuan, kejelasan misi, fungsionalisasi, pembagian
tugas, departementalisasi, keseimbangan wewenang dan tanggung jawab, kesatuan
arah dan komando, kejelasan kebijakan serta rentang kendali, yang dirumuskan
strategi menggunaka nanalisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa belum
mampunya kelompok menghadapi bencana Karena volume bencana, kurangnya
sumberdaya, sumberdana, sarana, serta simtem pengawasan, perencanaan yang masih
kurang, dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KKU. Saran dari hasil
adalah mengembangkan kemampuan dan kapasitas kelompok dalam upaya
penanggulangan bencana dalam arti melibatkan seluruh elemen-elemen kelompok
masyarakat dari para tokoh adat, tokoh
masyarakat pada satuan terkecil unit pemukiman
penduduk (RT dan RW), kelompok keagamaan (Gereja, Masjid dan Surau),
pemuda dan pegawai pemerintah (TNI, POLRI dan PNS) untuk secara bersama-sama
dan tergabung dalam satu
peguyubantangguh bencana sehingga besar atau kecilnya volume bencana dapat
ditanggulangi serta menumbuhkan
pemahaman terhadap masyarakat, akan pentingnya kerjasama serta dukungan dari
seluruh elemen untuk bersama sama berupaya menaggulagi bencana, menjaga
lingkungna serta mengawasi pihak pihak yang dapat merugikan lingkungan.
Penulis: M. SAHID
Kode Jurnal: jpadministrasinegaradd161125