RELASI KEKUASAAN DALAM PEMBELAJARAN KIMIA PADA SMA RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL DI BALI
Abstract: Penelitian ini
bertujuan untuk menjelaskan relasi kekuasaan dan makna di balik fenomena yang
terjadi pada pembelajaran kimia SMA Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional
(RSBI) di Provinsi Bali. Metode penelitian yang digunakan adalah metode
kualitatif, dengan pendekatan fenomenologis. Cara pengambilan data dilakukan
dengan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Instrumen yang di-gunakan
adalah pedoman observasi, pedoman wawancara, dan daftar chek (check list).
Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis diskriptif interpretatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pem-belajaran kimia belum dilakukan secara
optimal karena sangat minim melakukan pembelajaran praktik di laboratorium. Hal
ini disebabkan karena adanya hegemoni terstruktur yakni dari penguasa yang
lebih tinggi ke penguasa yang lebih rendah, sampai pada siswa. Siswa tidak
memeroleh pengalaman belajar yang maksimal seperti yang tertera di dalam
kurikulum. Perkembangan kecerdasan siswa tidak se-imbang, lebih mengutamakan
ranah kognitif dari pada afektif dan psikomotor. Kondisi ini tercipta kare-na
adanya kepentingan politik pencitraan untuk mempertahankan status quo yang
cenderung mengarah pada budaya komodifikasi pendidikan.
Penulis: I Gusti Lanag Wiratma
Kode Jurnal: jppendidikandd152080