PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK MELALUI OPTIMALISASI PENERAPAN KEBIJAKAN TRANSPORTASI DI STASIUN LEMPUYANGAN YOGYAKARTA

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan peningkatan kualitas pelayanan publik melalui optimalisasi penerapan kebijakan transportasi di stasiun Lempuyangan Yogyakarta dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini yaitu Kepala PT KAI Daerah Operasi VI Yogyakarta, Manajer dan satu orang staf SDM dan umum, Manajer dan satu orang staf Pelayanan, Manajer Operasi, Manajer Sarana, Kepala UPT Stasiun Kelas Besar Lempuyangan, Kepala bagian Pelayanan stasiun, Kepala bagian Keamanan, Kebersihan, Kesehatan, dan Ketertiban stasiun, dua orang petugas ticketing dan dua orang penumpang kereta api di stasiun Lempuyangan Yogyakarta. Instrumen peneliti adalah peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif. Pengujian keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : (1) peningkatan kualitas pelayanan publik melalui optimalisasi penerapan kebijakan transportasi di stasiun Lempuyangan Yogyakarta yaitu Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 09 Tahun 2011 tentang Standar Pelayanan Minimun (SPM) untuk angkutan orang dengan kereta api sudah dilaksanakan secara optimal dengan membuat program pelaksanaan yaitu Service Performance Indicator (SPI) yang terdiri dari sebelas yaitu : (a) SPI informasi, (b) SPI kebersihan dan kesehatan, (c) pelayanan tiket, (d) SPI keamanan, (e) SPI staf dan petugas, (f) SPI ruang tunggu, (g) SPI fasilitas umum, (h) SPI peron, (i) SPI parkir, (j) SPI pencahayaan, dan (k) SPI toilet, (2) penerapan SPM dan SPI secara optimal menjadikan stasiun Lempuyangan memperoleh juara ketiga dalam best station award 2013, (3) faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu ukuran-ukuran dan tujuan-tujuan yang jelas, sumber-sumber kebijakan, komunikasi antar organisasi dan kegiatan-kegiatan pelaksanaan, karakteristik (ciri-ciri atau sifat) badan pelaksana, kondisi ekonomi, sosial dan politik, dan kecenderungan pelaksana (implementors), selain itu faktor pendukung yaitu komitmen SDM yang tinggi, dukungan pemerintah yang tinggi, keadaan sosial, ekonomi, dan politik Yogyakarta, dan jumlah penumpang yang banyak, dan faktor penghambat yaitu keterbatasan luas tanah, kesadaran masyarakat yang masih rendah, pengadaan barang yang kurang maksimal, dan tidak adanya sanksi bagi yang melanggar peraturan.
Kata Kunci: Peningkatan Kualitas Pelayanan, Kebijakan Transportasi
Penulis: DEBY FEBRIYAN EPRILIANTO  
Kode Jurnal: jpadministrasinegaradd151928

Artikel Terkait :