PENGEMBANGAN MEDIA MODUL CETAK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN DASAR-DASAR PERBANKAN MATERI KREDIT UNTUK SISWA KELAS X JURUSAN AKUTANSI DI SMK NEGERI 10 SURABAYA
Abstract: Keterbatasan media
dikelas membuat kegiatan belajar mengajar kurang efektif dan berdampak pada
hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan di
sekolah SMK Negeri 10 Surabaya, pada mata pelajaran Dasar-dasar Perbankan di
kelas X jurusan Akutansi. Media yang digunakan oleh Guru ketika di dalam kelas
adalah dengan menggunakan projector dan slide. Namun slide yang disediakan oleh
guru belum mampu meningkatkan pemahaman siswa terutama pada materi Kredit. Dari
data dan informasi yang diperoleh peneliti menunjukkan bahwa untuk mencapai
hasil belajar siswa pada mata pelajaran Dasar-dasar Perbankan. Nilai siswa yang
diperoleh, materi Kredit pada kompetensi dasar Menjelaskan pengertian,
unsur-unsur, tujuan, fungsi, dan jenis-jenis kredit belum dikuasai oleh siswa
secara menyeluruh di kelas X SMK Negeri 10 Surabaya..Hasil belajar yang rendah
dikarenakan terbatasnya media yang digunakan.
Berdasarkan latar belakang masalahdiatas, maka diperoleh rumusan masalah
dan tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan sebuah produk berupa modul yang
layak dan efektif untuk siswa kelas x jurusan akutansi pada mata pelajaran
Dasar-Dasar Perbankan materi Kredit di SMK Negeri 10 Surabaya.
Media modul ini dapat menjadi salah satu media dalam proses pembelajaran
serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Selain itu penggunaan media modul
ini dapat membedakan hasil belajar kelas yang menggunakan moduldengan kelas
yang tidak menggunakan media modul.
Model pengembangan yang digunakan adalah R&D (Research and
Development) yang dalam pelaksanaannya hanya sampai tahap ke-9. Pada penelitian
ini subyek penelitian terdiri dari dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas
kontrol. Data yang yang diperoleh dari hasil penelitian adalah data kualitatif
dan kuantitatif. Data kualitatif didapatkan dari tanggapan dan saran dari hasil
wawancara ahli materi dan ahli media. Sedangkan data kuantitatif didapatkan
dari hasil wawancara ahli materi dan ahli media serta angket yang disebarkan
kepada siswa.
Hasil uji validasi desain media modul dari ahli materi memperoleh
presentase sebesar 76,25 % yang dikategorikan baik, sedangkan dari ahli media
memperoleh presentase sebesar 78,84 %yang dikategorikan baik. Hasil dari uji
coba produk pada uji perseorangan diperoleh presentase sebesar 84,72 %yang
dikategorikan sangat baik, pada uji coba kelompok kecil diperoleh presentase
sebesar 86,57 %yang dikategorikan sangat baik, dan pada uji coba kelompok besar
diperoleh presentase sebesar 87,65 % yang dikategorikan sangat baik.
Untuk mengetahui keefektifan media modul digunakan pre-test dan post-test
yang kemudian dianalisis datanya menggunakan uji-t. Nilai post-test lebih
tinggi dari pada pretest yaitu 85,92593 > 57,77778. Berdasarkan pengujian
menggunakan taraf signifkan 5% d.f. =27-1 = 26, sehingga di peroleh t tabel =
1,70 sedangkan t hitung 4,96. Sehingga t hitung lebih besar dari t tabel yaitu
4,96 >1,70 sehingga media Modul dapat dikatakan secara signifikan dapat
meningkatkan hasil belajar siswa.
Penulis: Alif Naufal
Kode Jurnal: jppendidikandd160618