PENERAPANIMETODEICAPITALIASSETIPRICINGIMODELI(CAPM) SEBAGAI DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI SAHAM (STUDI PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI INDEKS IDX30 PERIODE JULI 2012-JUNI 2015)

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan saham-saham efisien dan tidak efisien dengan menggunakan metode CAPM sehingga investor dapat membuat keputusan investasi yang tepat. Metode CAPM digunakan untuk menilai hubungan antara risiko dan return ekspektasi investasi. Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian terdiri dari 30 perusahaan yang terdaftar di indeks IDX30 tahun 2012-2015 dan 15 perusahaan di antaranya merupakan sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas saham menghasilkan return positif selama periode penelitian dan hanya terdapat 3 saham yang memiliki return negatif. Saham dengan beta terendah memiliki return ekspektasi yang rendah dan saham dengan beta tertinggi memiliki return ekspektasi yang tinggi pula. Hal ini membuktikan bahwa terdapat hubungan positif dan linier antara risiko sistematis dengan return ekspektasi. Selain itu, terdapat 9 saham efisien dan 6 saham tidak efisien berdasarkan metode CAPM. Saham-saham efisien adalah saham undervalued (murah) dengan return individu lebih besar dari return yang diharapkan [Ri>E(Ri)], sedangkan saham tidak efisien adalah saham dengan return individu lebih kecil dari return yang diharapkan [Ri<E(Ri)] dan termasuk saham overvalued (mahal).
Kata Kunci: beta, return ekspektasi, risiko sistematis, saham efisien, saham undervalued
Penulis: Din Haidiati, Topowijono, Devi Farah Azizah
Kode Jurnal: jpadministrasinegaradd161031

Artikel Terkait :