KULTUR SEKOLAH DALAM PENANAMAN NILAI MORAL DI SD AL‐AMIN “SINAR PUTIH”

ABSTRAK: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan nilai yang ditanamkan dan diutamakan di SD Al‐Amin “Sinar Putih”, mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat kultur sekolah dalam penanaman nilai moral di SD Al‐Amin “Sinar Putih”, serta strategi penanaman nilai moral di SD Al‐Amin “Sinar Putih”. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Tempat penelitian di SD Al‐Amin “Sinar Putih”yang beralamatkan di Jalan Imogiri Barat Km 5, Dusun Wojo, Bangunharjo, Sewon,Bantul. Waktu pelaksanaan penelitian dari bulan September 2011 sampai Juni 2012. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data (display data) dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Teknik keabsahan data yangdigunakan adalah triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Nilai yang dikembangkan SD Al‐Amin “Sinar Putih” adalah religius, kebersihan, kesopanan,menghormati (respect), kedisiplinan, kekeluargaan dan kesetiakawanan, kerapian, kerja keras, gotong royong, kejujuran, rasa hormat, tanggungjawab, cinta, iklas, dan tidak suka menuduh. (2) Nilai yang diutamakan SD Al‐Amin “Sinar Putih” kepada peserta didiknya adalah religius, kedisiplinan, dan kebersihan. (3) Faktor pendukung kultur sekolah dalam penanaman nilai moral di SD Al‐Amin “Sinar Putih” meliputi disiplin ditegakkan secara konsekuen, penghargaan dan hukuman terhadap ketertiban dilaksanakan dengan baik, motivasi berprestasi dari para siswa tinggi, komunikasi guru dan siswa terjalin baik, kepala sekolah memiliki niat dan minat yang tinggi untuk mengembangkan mutu sekolah, budaya interaksi siswa dengan teman, guru dan kepalasekolah sangat santun, kerjasama dan kebersamaan antar warga sekolah terjalin sangatbaik, hubungan kepala sekolah dengan guru, karyawan dan siswa sangat baik, suasana kekeluargaan dan kenyamanan kerja sangat terjamin, serta penghargaan terhadap yang berprestasi, seperti: pujian, hadiah, sertifikat. (4) Hambatan kultur sekolah dalam penanaman nilai moral di SD Al‐Amin “Sinar Putih” yaitu siswa takut berbuat salah: diancam, dihukum, diejek, karena adanya metode sanksi, idealnya kultur sekolah dikembangkan tidak melalui paksaan/ancaman/hukuman. Interaksi guru dengan orang tua siswa kurang memadai, kegiatan belajar mengajar belum memanfaatkan media secara memadai, kerjasama antara kepala sekolah dan ketua Yayasan kurang sinergis, serta perawatan terhadap fasilitas/sarana fisik kurang diperhatikan, terutama saluran pembuangan air di tempat wudhu. (5) Strategi penanaman nilai moral di SD Al‐ Amin “Sinar Putih” dilaksanakan melalui model pembiasaan dan keteladanan
Kata kunci: kultur sekolah, nilai moral
Penulis: Tri Wening Harjanti
Kode Jurnal: jppendidikandd131479

Artikel Terkait :