TASAWUF DAN MODERNITAS (Mengikis Kesalahpahaman Masyarakat Awam Terhadap Tasawuf)

ABSTRAK: Sampai sejauh ini, masih banyak orang yang salah dalam memahami tasawuf. Kesalahpahaman itu berakibat buruk bagi citra tasawuf di masyarakat. Artikel inimencoba mengetengahkan tentang fakta bahwa tasawuf tidak seperti yang dipikirkan oleh sementara orang secara negatif. Tasawuf adalah dimensi esoterik dalam Islam. Ia lahir dari tiga pilar ke-Islam-an melalui sisi Ihsan. Bertasawuf, berarti berupaya mewujudkan al-Ihsan, “Beribadah kepada Allah seolah-olah melihat-Nya; ketika tidakbisa, maka yakin bahwa Allah melihat kita”. Sementara itu modernitas bukan hanyamenunjuk pada suatu periode, melainkan juga suatu bentuk kesadaran yang terkait dengan kebaruan (Inggris: Newness), karena itu istilah perubahan, kemajuan, revolusi, pertumbuhan dan lain-lain adalah istilah-istilah kunci kesadaran modern. Melaluikesadaran spiritual, tasawuf berhasil menyelesaikan berbagai persoalan spiritualmasyarakat, sedangkan modernitas mampu menyelesaikan persoalan materialnya.Kedua istilah ini (tasawuf dan modernitas), merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan, saling membutuhkan dan saling melengkapi, bukannya saling bertentangan. Oleh karena itu, kesalah-pahaman itu harus segera dikikis habis di era yang terusberubah ini.
Kata Kunci: Tasawuf, Modernitas dan Salah-Paham
Penulis: Muh. Gitosaroso
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd160179

Artikel Terkait :