KOMUNIKASI BUDAYA DALAM TRADISI “MAKAN TAL” MELAYU

ABSTRAK: Makan tal` adalah salah satu tradisi yang masih diamalkan oleh banyak masyarakat Melayu di Nanga Jajang. Tradisi ini dilakukan berkaitan dengan kelahiran seorang anakbayi dalam sebuah keluarga. Tradisi ini dipercayai oleh masyarakat Melayu Nanga Jajangsebagai berpengaruh terhadap kesehatan ibu dan bayinya hingga berakhirnya masamenyusui. Tradisi ini lebih identik dengan praktek menjaga kesehatan ibu dan bayi secaratradisional. Kajian ini mendapati setidaknya ada tiga jenis `makan tal` di Nanga Jajang,yakni `tal angat` (panas), `tal colap` (dingin), dan `tal ntaradua` (sedang). Berdasarkan tinjauan komunikasi budaya, didapati sedikitnya 7 nilai yang terkandung dalam tradisi`makan tal` pada masyarakat Melayu, yakni; untuk pemulihan kesehatan ibu setelahmelahirkan, untuk memperbanyak ASI, untuk kesehatan anak bayi, untuk menjagakeseimbangan alam, bernilai ekonomis, untuk menjaga kesehatan secara alamiah, serta untuk memelihara identitas diri dan keturunan.
Kata Kunci: makan `tal`, tradisi, nilai komunikasi budaya
Penulis: Ibrahim
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd160180

Artikel Terkait :