PROTOTIP MUSIK KOLINTANG DENGAN TEKNOLOGI ABAKOD DI POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
ABSTRACT: Berdasarkan
pengalaman, kendala utama dalam belajar dan berlatih musik kolintang adalah metode
pembelajaran yang bersifat manual yakni melalui instruksi dari pelatih dengan
menyebutkan nama-nama kord yang harus diketuk, sehingga kerap terjadi kesalahan
dalam menerima instruksi tersebut. Kesalahan itu sangat mungkin terjadi karena nama-nama kord kecuali kord A,
semuanya berhuruf vocal “e” (C,D,E,F,G,B), sehingga sulit dibedakan apalagi
ditengah suara keras musik kolintang yang tengah dimainkan. Penelitian ini
bertujuan memberikan solusi atas permasalahan tersebut dengan menciptakan
sebuah alat bantu pengajaran berupa aplikasi teknologi yang diberi nama
“Abakod”. Alat ini berfungsi sebagai
petunjuk kord, kepada pemain sehingga
tidak perlu lagi dikomando, pemain cukup berkonsentrasi pada lampu
indikator yang terpasang pada bilah-bilah nada kolintang. Bilah-bilah nada yang menyala itulah yang diketuk. Tahun pertama penelitian
menghasilkan prototype Abakod, dan telah dilakukan uji coba cara kerjanya
berjalan sesuai dengan yang diinginkan.
Penulis: Pridson Mandiangan,
Amperawan, L. Suhairi Hazisma
Kode Jurnal: jpantropologidd150073