“ARSITEKTUR PANGGUNG” DI KAWASAN TUGU NASIONAL
ABSTRAK: Beberapa karya
arsitektur Soekarno seputar tahun 1960-an merupakan ekspresi Nation Pride
melalui eksplorasi budaya Indonesia sebagai basis perancangan bangunan
Arsitektur Modern. Tulisan merupakan narasi pengalaman spasial pada karya
masterpiece Soekarno, di kawasan Tugu Nasional berdasar penelitian kualitatif
yang menerapkan strategi Grounded Theory meru- juk Glaser dan Strauss. Melalui
pengamatan keruangan secara fenomenologi di kawasan Tugu Nasional telah
ditemukan arsitektur drama analogy melalui cara mengadopsi sekuen ruang yang
menyerupai pertunjukan drama, terutama melalui pandangan udara di kabin pesawat
yang mengudara di atas kawasan Tugu Nasional, bagaikan pertunjukan drama yang disak- sikan dari
sebuah balkon. Teori baru yang dinamai “Arsitektur Panggung” disertai pengung- kapan khora, sebagai konsep
bentuk/’form’ arsitektur Tugu Nasional yang ditelusur sebagai ide Soekarno. Ia
telah menggubah arsitektur drama sebagai pengetahuan tacit semasa menggelar
drama tonil di pembuangan Ende dan Bengkulu. Soekarno mengekspresikan budaya
Jawa Kuno sebagai basis perancangan Arsitektur Modern, yang kini dinamai
‘Arsitektur-Peristiwa’.
Penulis: Yuke Ardhiati
Kode Jurnal: jpantropologidd140107