Studi Lama Waktu Pengeringan Dihubungkan dengan Penurunan Berat Dan Laju Pengeringan Ikan Teri (Stolephorus spp.)
Abstrak: Ikan teri
(Stolephorus spp.) merupakan jenis ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi,
baik bagi kesehatan dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Kandungan
gizi ikan teri yaitu kalsium, protein, fosfor dan zat besi. Ikan teri termasuk
bahan pangan yang mudah rusak dan busuk karena daging ikan teri mempunyai kadar
air yang inggi sekitar 80% sehingga sangat baik untuk pertumbuhan bakteri.
Salah satu cara untuk memperpanjang daya simpan ikan teri adalah dengan metode
pengeringan.Banyak faktor yang mempengar uhi keberhasilan dalam proses
pengeringan ikan teri, salah satunya adalah lama waktu penger ingan. Hasil
penelitian menunjukkan prosentase penurunan berat ikan teri yang dikeringkan
selama 30 menit sebesar 34,70%, yang dikeringkan selama 60 menit sebesar 74,70%
dan yang dikeringkan selama 90 menit sebesar 82%. Sedangkan laju pengeringan
ikan teri yang dikeringkan selama 30 menit sebesar 1,73 g/menit, yang
dikeringkan selama 60 menit sebesar 1,87 g/menit dan yang dikeringkan selama 90
menit sebesar 1,36 g/menit. Semakin lama waktu pengeringan akan membuat kadar
air ikan teri berkurang. Penelitian ini menganalisis prosentase penurun berat
ikan teri dan laju pengeringan berdasarkan lama waktu proses pengeringan ikan
teri. Lama waktu yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 menit, 60 menit
dan 90 menit. Sebelum ikan teri dikeringkan, akan ditimbang terlebih dahulu
untuk mengetahui berat awal ikan teri, kemudian setelah dikeringkan akan
ditimbang kembali untuk mengetahui berat akhir ikan teri. Selisih dari berat
ikan teri akan diprosentase, dan hasilnya kemudian dianalisis.
Penulis: Esteria Priyanti
Kode Jurnal: jpkesmasdd160109