Efektifitas Senam Vitalisasi Otak terhadap Fungsi Kognitif Lansia dengan Demensia Tahap Awal
ABSTRAK: Penuaan merupakan
proses kehidupan yang ditandai dengan penurunan fungsi kognitif. Penurunan
fungsi kognitif akan mempengaruhi kesehatan dan kualitas hidup seseorang serta
peran sertanya di masyarakat. Salah satu upaya untuk meningkatkan fungsi
kognitif adalah dengan melakukan senam vitalisasi otak. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan vitalisasi otak terhadap fungsi
kognitif pada lansia dengan demensia tahap awal. Metode penelitian menggunakan
Quasi eksperimental dengan pendekatan pre and post test design with control
group design. Sampel dalam penelitian ini adalah lansia di Panti Wreda Aisyiyah
dan Dharma Bakti Surakarta yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yaitu 11
lansia untuk kelompok perlakuan dan 11 lansia untuk kelompok kontrol. Status
demensia ditandai dengan Clock Drawing Test dan alat ukur untuk menentukan
perubahan fungsi kognitif menggunakan Pemeriksaan Status Mental Mini. Kelompok
perlakuan diberi latihan vitalisasi otak 3 kali seminggu dalam waktu 6 minggu.
Dari hasil uji Paired T-Test didapatkan hasil kelompok perlakuan menunjukkan
nilai p = 0,03 yang menunjukkan pengaruh signifikan latihan vitalisasi otak
terhadap perbaikan fungsi kognitif. Sedangkan hasil uji Independent Samples
T-test didapatkan nilai p = 0,06, menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan
pengaruh yang signifikan senam vitalisasi otak terhadap fungsi kognitif antara
kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa latihan vitalisasi otak efektif untuk meningkatkan dan mempertahankan
fungsi kognitif pada lansia dengan demensia tahap awal.
Penulis: Yulisna Mutia Sari ,
Estri Yuliniarsi, Roisatun Nisa' Failsaufah Tiara
Kode Jurnal: jpkesmasdd160108