Pengaruh Penggunaan Propilenglikol dan Mentol Terhadap Matrik Patch Transdermal Ekstrak Air Herba Sambiloto (Andrographis paniculata (burm. F.) Nees)
Abstract: Herba sambiloto
(Andrographis paniculata (Burm.f.) Nees) telah banyak diteliti untuk pengobatan
dislipidemia. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi ekstrak air herba
sambiloto ke dalam sistem penghantaran obat secara transdermal yaitu patch
transdermal.
Ekstrak air herba sambiloto sebagai bahan aktif dibuat dengan teknik
maserasi sedangkan formulasi patch dibuat menggunakan sistem matrix controlled.
Bahan tambahan yang digunakan dalam pembuatan patch transdermalantara lain;
metilselulosa, propilenglikol, dan mentol. Proporsi jumlah penggunaan
propilenglikol dan mentol dalam formula ditentukan dengan menggunakan metode
simplex lattice design. Evaluasi matrik patch meliputi; bobot matrik patch,
ketebalan matrik patch, persentase susut pengeringan patch dan ketahanan
lipatan patch.
Hasil penelitian memperlihatkan tebal matrik berkisar antara 0,01 – 0,18
mm, bobot matrik antara 0,40 – 2,42 gram, ketahanan lipatan >300 lipatan dan
persentase susut pengeringanantara 2,48% - 48,14%. Formula optimal dihasilkan
oleh kombinasi propilenglikol dengan mentol perbandingan (2:0) yang memiliki
nilai desirability 0,986.
Penulis: Setyawan E.I,
Warditiani N.K, Dewi S.M.
Kode Jurnal: jpfarmasidd150284