Pandangan Sosial Budaya terhadap ASI Eksklusif di Wilayah Panarung Palangkaraya

Abstrak: Faktor sosial budaya merupakan suatu faktor pendorong yang cukup kuat terhadap seseorang untuk berperilaku. Faktor sosial budaya ini yang membentuk seorang ibu mau untuk memberikan ASI eksklusif. Seorang ibu yang lingkungan sosialnya mendukung ASI eksklusif juga akan mempengaruhi sikap ibu untuk memberikan ASI eksklusif. Menurut laporan bulanan di Puskesmas Panarung pada bulan September 2015 angka cakupan ASI eksklusifnya adalah 5,81%. Tujuan dari penelitian ini adalah Diketahuinya sikap dan faktor sosial budaya ibu terhadap ASI eksklusif. Metode yang dipergunakan dengan pendekatan kualitatif, dengan cara mengeksplorasi sumber-sumber informasi melalui wawancara mendalam kepada ibu dan tenaga kesehatan di Puskesmas sebagai informan. Dilakukan juga observasi partisipatif  kepada ibu dan bayi. Hasil penelitian didapatkan Semua informan berpendapat bahwa makanan yang paling bagus diberikan untuk bayi adalah Air Susu Ibu (ASI). Tetapi pada pelaksanaannya para ibu merasa masih banyak menghadapi kesulitan. Tenaga kesehatan bersikap positif dan menganggap bahwa kemauan ibu untuk memberikan ASI eksklusif merupakan kunci untuk keberhasilan. Informan percaya akan adanya makanan pelancar ASI kebanyakan menjawab bahwa sayuran hijau yang dapat memperlancar produksi ASI. Seperti daun katuk, pucuk pepaya, dan kacang-kacangan. Makanan prelakteal yang diberikan berupa madu hutan, air kopi, santan kental, air gula merah dan susu formula. Makanan prelakteal dipercaya secara budaya turun temurun contohnya untuk memberikan madu hutan karena manis, air kopi supaya tidak step, santan kental untuk membersihkan perut. Pemberian makanan bayi yang dilakukan informan paling banyak dipengaruhi oleh orang tua. Ada juga peran bidan, tetangga, posyandu dan ada juga yang mencari informasi sendiri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah menurut informan sosial budaya sangat mempengaruhi, ibu bayi sangat terpaku dan patuh dengan adat kebiasaan. Karena banyak informasi-informasi yang berdasar pada sosial budaya tidak relevan dengan informasi kesehatan.
Kata kunci: ASI eksklusif, sosial budaya, makanan prelakteal
Penulis: Dwirina Hervilia, Dhini Munifa
Kode Jurnal: jpkesmasdd160156

Artikel Terkait :