Hubungan Status Gizi dan Pola Makan terhadap Penambahan Berat Badan Ibu Hamil
Abstrak: Status gizi dan pola
makan merupakan faktor yang mempengaruhi penambahan berat badan ibu hamil.
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hubungan antara status gizi dan pola
makan terhadap penambahan berat badan ibu hamil. Penelitian ini menggunakan
studi observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan
pada 71 orang responden di wilayah kerja Puskesmas Penujak Kecamatan Praya
Barat Nusa Tenggara Barat. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan
kuesioner, SQ-FFQ, dan data dari buku KIA. Data yang dikumpulkan meliputi
karakteristik responden, berat badan awal, berat badan saat hamil trimester 3
serta pola makan (pola makan makanan pokok dan lauk hewani). Analisis statistik
dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Pearson pada program SPSS windows
version 15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden
berstatus gizi normal dengan rata-rata IMT 21,68 kg/m2 (±1,887 SD), rata-rata
penambahan berat badan selama kehamilan 7,06+ 3,956 SD, dan sebagian besar pola
konsumsi makanan pokok adalah 6 porsi dan lauk hewani <4 porsi dan >4
porsi. Berdasarkan uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara status
gizi terhadap penambahan berat badan (p= 0,008, r = -0,311), ada hubungan
antara pola makan makanan pokok terhadap penambahan berat badan (p= 0,003, r =
0,344), dan ada hubungan antara pola makan lauk sumber hewani terhadap
penambahan berat badan (p= 0,024, r = 0,268). Kesimpulan dari penelitian ini
adalah terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan pola makan
(pola makan makanan pokok dan lauk hewani) terhadap penambahan berat badan ibu
hamil.
Penulis: Leny Budhi Harti,
Inggita Kusumastuty, Irwan Hariadi
Kode Jurnal: jpkesmasdd160155