HUBUNGAN ASUPAN NATRIUM DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS

Abstrak: Gagal Ginjal Kronik merupakan kegagalan fungsi ginjal yang berlangsung perlahan-lahan yang mengakibatkan penumpukan sisa metabolit. Terapi hemodialisis dapat mempertahankan fungsi ginjal yang stabil. Pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani hemodialisis harus memperhatikan diit yang tepat (asupan natrium) untuk  mengendalikan tekanan darah dan edema. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan natrium dengan perubahan tekanan darah pada pasien Gagal Ginjal Kronik rawat jalan yang menjalani hemodialisis di RSUD Kabupaten Sukoharjo. Jenis penelitian yaitu observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel adalah pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Kabupaten Sukoharjo. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Data tekanan darah diperoleh dari rekam medik sedangkan data asupan natrium diperoleh dengan wawancara menggunakan FFQ semi kuantitaif. Uji untuk mengetahui hubungan asupan natrium dengan perubahan tekanan darah menggunakan uji hubungan Rank Spearman’s. Hasil univariat menunjukkan bahwa 80,6% pasien mempunyai asupan natrium cukup, 100% pasien mengalami perubahan tekanan darah sistole dan 74,2% pasien mengalami perubahan tekanan darah diastole. Hasil bivariat menunjukkan bahwa tidak ada hubungan asupan natrium dengan perubahan tekanan darah sistole (p = 0.083) dan perubahan tekanan darah diastole (p = 0.414). Tidak ada hubungan asupan natrium dengan perubahan tekanan darah sistole dan diastole pasien Gagal Ginjal Kronik rawat jalan yang menjalani hemodialisis di RSUD Kabubaten Sukoharjo.
Kata kunci: asupan natrium, tekanan darah, gagal ginjal  kronik, hemodialisis
Penulis: Inna Fatmawati, Tuti Rahmawati
Kode Jurnal: jpkesmasdd160139

Artikel Terkait :