HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG MANFAAT CAIRAN DENGAN PERILAKU KONSUMSI AIR PUTIH
Abstrak: Air merupakan sumber
kehidupan. Semua makhluk hidup pasti memerlukan air untuk minum, untuk melepas
dahaga dan memenuhi kebutuhan cairan. Air dalam tubuh berperan sangat penting
dalam proses pencernaan dan metabolisme. Tubuh manusia yang kekurangan air akan
menyebabkan berbagai macam penyakit antara lain sakit pinggang, rematik, ,
nyeri tulang leher, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, berat badan
berlebihan, asma, kencing manis, stroke, batu ginjal, sembelit. Berdasarkan
studi pendahuluan yang dilakukan peneliti terhadap 30 orang penduduk di Desa
sebanyak 16 orang (53%), mengatakan tidak tahu manfaat air putih, sedangkan 10
(30%) orang mengatakan tahu akan manfaat air putih, sebanyak 4 orang (17%)
mengatakan tahu manfaat cairan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan
antara pengetahuan tentang manfaat cairan dengan perilaku konsumsi air putih
di Simo Boyolali. Metode penelitian
berupa korelasi analitik Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini
adalah “Purposive Sampling” dengan sampel 60. Penelitian dilaksanakan pada
bulan Maret- Juni 2013 untuk mendapatkan data tingkat pengetahuan dan perilaku
konsumsi air putih. Instrumen menggunakan kuesioner dengan analisa Kendal Tau.
Hasil yang didapat tingkat pegetahuan tentang manfaat cairan rendah ada 14
(23,3%), tingkat pegetahuan sedang ada 26 (43,3%), dan tingkat pegetahuan
tinggi ada 20 (33,3%) sedangkan perilaku mengkonsumsi air putih kurang ada 16
(26,7%), perilaku mengkonsumsi air putih cukup ada 25 (41,7%), dan perilaku
mengkonsumsi air putih lebih ada 20 (31,7%), dengan nilai p-value 0,000 <
0,05 signifikan 95%. Ada hubungan antara pengetahuan tentang manfaat cairan
dengan perilaku konsumsi air putih di
Simo Boyolali.
Penulis: M. Hafiduddin,
Muhammad Azlam
Kode Jurnal: jpkesmasdd160138