FAKTOR PENENTU STUNTING ANAK BALITA PADA BERBAGAI ZONA EKOSISTEM DI KABUPATEN KUPANG
Abstract: Tujuan dari
penelitian ini adalah menganalisis gambaran dan membandingkan pengaruh variabel
faktor penentu stunting anak balita pada berbagai zona ekosistem di Kabupaten
Kupang. Jenis penelitian menggunakan desain observational dengan rancangan case
control antara kelompok balita stunting dan normal. Jumlah subjek penelitian
ini sebanyak 132 subjek yang terbagi pada tiga zona ekosistem dataran rendah,
dataran sedang, dan pegunungan pada bulan Maret 2015. Data dianalisis dengan
menggunakan Analisis Regresi Logistik Berganda. Hasil penelitian menunjukkan
faktor penentu stunting pada zona ekosistem di Kabupaten Kupang adalah sanitasi
lingkungan (p=0,002; OR=2,307; 95%CI:0,120-0,721), dan kejadian sakit (p=0,007;
OR=0,294; 95%CI:0,120-0,721); di zona ekosistem dataran rendah adalah asupan
energi (p=0,002; OR=0,059; 95%CI:0,010-0,359) asupan energi sebagai faktor
protektif; di zona dataran sedang adalah praktik kasih sayang (p=0,002;
OR=9,247; 95%CI:2,213-38,644) dan sanitasi lingkungan (p=0,046; OR=2,832;
95%CI:1,020-7,860) dan di zona eksosistem pegunungan adalah sanitasi lingkungan
(p=0,034; OR=3,978; 95%CI:1,112-14,230). Dampak yang ditimbulkan dari stunting
jika tidak ditangani akan menimbulkan permasalahan bagi generasi di masa
mendatang misalnya perkembangan mental dan pertumbuhan fisik terganggu, dan
berakhir pada kemiskinan dan ancaman kelangsungan hidup sehingga memerlukan
intervensi yang tepat dalam penanganannya.
Penulis: Firmanu Cahyono,
Stefanus Pieter Manongga, Intje Picauly
Kode Jurnal: jpkesmasdd160029