ASUPAN SENG, KADAR SERUM SENG, DAN STUNTING PADA ANAK SEKOLAH DI PESISIR SEMARANG
Abstract: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui prevalensi risiko kurangnya asupan seng dan
menganalisis perbedaan kadar serum seng antara kuintil asupan seng dan status
stunting. Studi cross sectional dilakukan terhadap 70 anak sekolah (9-12 tahun)
yang dipilih secara acak sederhana. Tinggi badan diukur dengan stadiometer dan
berat diukur dengan menggunakan timbangan digital terkalibrasi. Kadar seng serum
dianalisis dengan metode Atomic Absorbance Spectrophotometry (AAS), dan data
asupan seng dan besi diperoleh melalui wawancara dengan Food Frequency
Questionnaire (FFQ). Data dianalisis dengan metode analisis statistik Anova.
Sejumlah 70% subjek berisiko kurangnya asupan seng makanan berdasarkan
Estimated Average Requirement (EAR) dan kadar serum seng semua subjek pada
studi ini <65 mg/dl. Sebanyak 47,1% anak pendek ditemukan dalam penelitian
ini. Terdapat perbedaan bermakna rata-rata serum seng antara kuintil asupan
seng (p=0,000) dan antara status stunting (p=0,000). Risiko kurangnya asupan
seng masih berkontribusi terhadap defisiensi seng pada populasi anak sekolah di
pesisir. Status seng berbeda bermakna antara anak stunting dan normal.
Penulis: Adriyan Pramono,
Binar Panunggal, Neni Anggraeni, Mohammad Zen Rahfiludin
Kode Jurnal: jpkesmasdd160028