Aktivitas Antidiare Seduhan Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) Pada Mencit (Mus musculus)
ABSTRAK: Kayu secang merupakan
salah tumbuhan yang memiliki khasiat dalam mengobati beberapa penyakit. Salah satunya
adalah sebagai antidiare. Sifat dari tanin kayu secang tersebut bersifat
adstringens yaitu dapat meringankan diare dengan menciutkan selaput lendir
usus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek antidiare seduhan kayu
secang dan untuk mengetahui konsentrasi berapa yang memiliki efek sebagai
antidiare pada mencit. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen yang
terdiri atas lima perlakuan dengan tiga kali pengulangan. Parameter yang diukur
adalah frekuensi terjadinya diare hingga perubahan feses menjadi normal setelah
pemberian oral seduhan kayu secang pada konsentrasi 1%, 2%, 3%, Loperamid
sebagai kontrol positif, Na. CMC sebagai kontrol negatif serta waktu pengamatan
selama 10 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seduhan kayu secang yang
memberikan efek antidiare yang paling baik yaitu pada konsentrasi 2% b/v dengan
rata-rata frekuensi buang air besar sebanyak 1,6 kali. Hasil analisis statistik
menunjukkan perbedaan nyata diantara kelima perlakuan. Hasil penelitian ini
dapat disimpulkan bahwa kayu secang mempunyai aktivitas antidiare dapat
mempercepat terjadi perubahan konsistensi feses menjadi normal.
Penulis: Parawansah, Nila
Aryani, Eri Marwati
Kode Jurnal: jpfarmasidd150266