OPTIMALISASI PEMANFAATAN DAUN LAMUN THALASSIA HEMPRICHII SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN ALAMI
ABSTRAK: Padang lamun
merupakan kekayaan sumberdaya laut, salah satu ekosistem yang terdapat di
wilayah pesisir, mampu menghasilkan metabolit sekunder yang beragam, dan salah
satu tumbuhan air yang mempunyai manfaat penting sebagai sumber antioksidan
alami yaitu lamun (seagrass). Lamun merupakan tumbuhan berbunga (Angiospermae)
yang dapat menyesuaikan dirinya untuk hidup di dalam air laut. Thalassi
hemprichii sering dijumpai di daerah Pantai Utara Jawa dan Indonesia. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi antioksidan yang terkandung di
daun lamun Thalassia hemprichii. Ekstraksi menggunakan maserasi dengan cara sampel
direndam dengan menggunkan pelarut n-heksana, etil asetat dan metanol selama
masing-masing 1x24 jam setelah itu diuapkan engan vacuum rotary evaporimeter
hingga didapatkan ekstrak kasar, kemudian ekstrak diuji aktvitas antioksidan
dengan menggunakan metode diphenilpycrylhydrazil (DPPH). Uji aktivitas
antioksidan dilakukan berdasarkan kemampuan sampel yang digunakan dalam
mereduksi radikal bebas stabil diphenilpycrylhydrazil (DPPH). Satu mililiter
diphenilpycrylhydrazil (DPPH) sebagai kontrol positif ditimbang lalu
ditambahkan metanol dengan perbandingan 1:3. Selanjutnya 2 mg DPPH diencerkan
dengan 50 mL metanol dan ditambahkan sebanyak masing-masing 1 mL ke dalam 3 mL
metanol dengan konsentrasi 75 ppm, 125 ppm dan 175 ppm. DPPH campuran
dihomogenkan dan didiamkan selama 30 menit. Selanjutnya dilakukan pengukuran
nilai absorban menggunakan Spektrofotometer UV-VIS. Uji aktivitas antioksidan
pada daun Lamun Thalassia hemprichii diperoleh nilai IC50 sebesar 25,98344501.
Nilai ini menunjukkan bahwa sampel yang diuji mampu menghambat radikal bebas
dengan sangat kuat. Sampel mengandung potensi yang besar dalam pemanfaatannya
sebagai sumber antioksidan alami
Penulis: Riki Tristanto,
Megawati Arsita Putri, Anggun P. Situmorang dan Suryanti
Kode Jurnal: jpperikanandd140247