KAJIAN KEEFEKTIFAN PENGELOLAAN TERUMBU KARANG (STUDI KASUS : KAWASAN KONSERVASI LAUT DAERAH (KKLD) PULAU BIAWAK DAN SEKITARNYA, KABUPATEN INDRAMAYU)
ABSTRAK: Pemanfaatan terumbu
karang dengan cara destruktif dan tidak ramah lingkungan serta adanya pencemaran
perairan, menjadikannya berada dalam kondisi yang menghawatirkan. Pada tahuin
2012, kondisi terumbu karang di pulau Biawak dan sekitarnya 45,4% berada dalam
kondisi baik dan sisanya 27,3% berada dalam kondisi cukup baik dan 27,4% berada
dalam kondisi kurang baik dengan dengan indeks risiko sebesar 2,96 hingga 3,84
(pulau Biawak bagian selatan). Pembentukkan Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD)
merupakan salah satu alternatif kebijakan pengelolaan dan perlindungan terhadap
terumbu karang beserta biota laut yang hidup di dalamnya, sehingga harapannya
dapat melindungi terumbu karang dan lingkungan perairan dari dampak yang
merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keefektifan pengelolaan
terumbu karang di KKLD pulau Biawak dan sekitarnya yang dilaksanakan pada bulan
November-Desember 2013. Keefektifan pengelolaan terumbu karang diukur dengan
menggunakan kartu skor (Coremap-II) yang meliputi aspek biofisik kondisi
habitat terumbu karang, sosial ekonomi dan pengaturan. Analisis keefektifan menunjukkan
skor 139 dengan persentase penilaian sebesar 73,52% yang artinya pengelolaan
kurang efektif.
Penulis: Mutiara Salsabiela,
Sutrisno Anggoro dan Hartuti Purnaweni
Kode Jurnal: jpperikanandd140245