ANALISIS PASANG SURUT DENGAN MENGGUNAKAN METODE LEAST SQUARE DAN PENENTUAN PERIODE ULANG PASANG SURUT DENGAN METODE GUMBEL DI PERAIRAN BOOM BARU DAN TANJUNG BUYUT
Abstract: Wilayah Palembang
merupakan salah satu wilayah yang sering mengalami banjir. Sekitar tanggal 21
Februari 2013 terjadi fenomena meluapnya air sungai Musi di sekitar Palembang,
berdasarkan pantauan BMKG SMB II Palembang, bahwa fenomena ini salah satunya
diakibatkan oleh terjadinya bulan besar yang menyebabkan pasang di Palembang
sehingga membuat air tertahan menuju ke laut. Sifat Pasut terjadi secara
periodik. Hal ini dapat dikaitkan pada fenomena banjir yang terjadi di Palembang
bahwa kedepannya ada kemungkinan akan terjadi banjir lagi jika dilihat dari
aspek pasut penyebabnya. Fenomena tersebut menjadi alasan dilakukan penelitian
ini yang bertujuan untuk menganalisis komponen harmonik pasang surut dengan
metode Least Square dan menganalisis periode ulang pasang surut di perairan
Boom Baru dan Tanjung Buyut dengan metode Gumbel.Penelitian ini dilaksanakan
bulan September 2013 di Laboratorium Penginderaan Jauh dan Akustik Kelautan
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sriwijaya. Data Pasut
diperoleh dari hasil pengamatan Pelindo II Cabang Palembang. Data dianalisis
dengan metode least square dan Gumbel. Berdasarkan hasil analisis diperoleh
komponen K1 dan O1 lebih dominan daripada yang lain. Pola perambatan pasut di
kedua perairan terjadi dari Tanjung Buyut menuju Boom Baru. Tipe Pasut dikedua
perairan berdasarkan hasil analisis adalah bertipe tunggal. Hasil ramalan
pasutnya didapat bahwa hasil peramalan pasut yang lebih akurat terdapat di
perairan Tanjung Buyut 80,47% daripada Boom Baru 76,47%, dan peluang terjadinya
ketinggian muka air melewati MSL adalah pada periode ulang yang lebih besar
dari periode ulang 2,25 tahun di Boom Baru dan lebih besar dari 2,43 tahun di
Tanjung Buyut.
Penulis: Rio Demak Hasibuan,
Heron Surbakti, Robinson Sitepu
Kode Jurnal: jpperikanandd150215