PENGARUH METODE PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE PADA STANDAR KOMPETENSI MERAWAT PERALATAN RUMAH TANGGA LISTRIK TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMK NEGERI 1 CERME GRESIK

Abstrak: Permasalahan pada penelitian ini adalah: (1) Bagaimana perbedaan hasil belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan  model pembelajaran kooperatif (MPK) dengan metode pembelajaran Example Non Example dan model pembelajaran langsung (MPL) dengan metode ceramahpada standar kompetensi merawat peralatan rumah tangga listrik di SMK Negeri 1 Cerme Gersik?dan (2) Bagaimana perbedaan hasil belajar psikomotor siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif (MPK) dengan metode pembelajaran ExampleNonExample dan Model Pembelajaran Langsung dengan metode ceramahpada standar kompetensi merawat peralatan rumah tangga listrik di SMK Negeri 1 Cerme Gresik?
Sedangkan tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui dan mendeskripsikan perbedaan hasil belajar siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif (MPK) dengan metode pembelajaran ExampleNonExample dan model pembelajaran langsung (MPL) dengan metode ceramah pada standar kompetensi merawat peralatan rumah tangga listrik di SMK Negeri 1 Cerme Gresik, dan(2) Mengetahui dan mendeskripsikan perbedaan hasil belajar psikomotor siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif (MPK) dengan metode pembelajaran ExampleNonExample dan model pembelajaran langsung (MPL) dengan metode ceramah pada standar kompetensi merawat peralatan rumah tangga listrik di SMK Negeri 1 Cerme Gresik.
Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 1 Cerme Gresik menggunakan metode penelitian QuasiExperimentalDesign dengan rancangan “Non EquivalentControlGroupDesign”. Subyek penelitian siswa kelas XI TITL 2 (kelas eksperimen) dikenakan model pembelajaran kooperatif (MPK) dengan metodeExample Non Example dan kelas XI TITL 3 (kelas kontrol) dikenakan model pembelajaran langsung (MPL) dengan metode ceramah,  dengan jumlah siswa pada masing-masing kelas 30 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan:  (1) tes hasil belajar(pretest - posttest)ranah kognitif,dan  (2) lembar pengamatan keterampilan psikomotor. Sebelum instrumen digunakan dilakukan validasi ahli dan analisis butir soal.Sedangkan untuk analisis data dilakukan dengan analisis statistik uji-t dengan taraf signifikansi 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) hasil belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif (MPK) dengan metode Example Non Examplenilai rata-rata 81,73 dan model pembelajaran langsung (MPL) dengan  metode ceramah nilai rata-rata  77,73. Dari hasil analisis, diketahui nilai t-hitung sebesar 3,03 dengan nilai uji-t signifikansi sebesar 0,34. Sehingga 0,34> 0,05,  berarti terdapat perbedaan signifikan hasil belajar siswa ranah kognitif yang dibelajarkan menggunakan MPK dengan metode Example Non Exampledibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan MPL dengan metode ceramah; (2) hasil belajar siswa ranah psikomotorik dengan model pembelajaran kooperatif (MPK) dengan metode ExampleNonExamplemendapat nilai rata-rata 79,44 sedangkan yang menggunakanmodel pembelajaran langsung (MPL) dengan metode ceramah mendapat  nilai rata-rata 68,89. Dari hasil analisis, diketahui nilai uji-t sebesar 12.52 dengan nilai signifikan sebesar 0,98; maka 0,98> 0,05 atau terdapat perbedaan signifikan hasil belajarranah psikomotor siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif (MPK) dengan metode ExampleNonExampledibandingkan dengansiswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran langsung (MPL) dengan metode ceramah.
Kata Kunci: Metode pembelajaran example non example, merawat peralatan, dan hasil belajar siswa
Penulis: Zukhro Trio Mahfud, Joko
Kode Jurnal: jptlisetrodd130661

Artikel Terkait :