STUDI TENTANG PERILAKU BULLYING DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SE-KECAMATAN PRAJURIT KULON KOTA MOJOKERTO SERTA PENANGANAN OLEH GURU BK
Abstract: Penelitian ini
dilakukan untuk mengetahui perilaku bullying pada siswa sekolah menengah
pertama se-kecamatan Prajurit kulon kota Mojokerto guna mendapatkan data
sebagai bahan dalam pelayanan Bimbingan dan Konseling. Dalam penelitian ini,
subyeknya yakni siswa SMP A, SMP B, SMP C dan SMP D kota Mojokerto yang terdiri
dari dua macam informan yaitu, informan utama yang merupakan siswa-siswa
terkait perilaku bullying di sekolah dan informan pendukung yang merupakan guru
BK dan teman siswa yang mengenal baik siswa terkait perilaku bullying di
sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik
pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara,
observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan penelitian ini
adalah analisis penelitian deskriptif kualitatif Miles dan Huberman.
Hasil yang diperoleh melalui penelitian ini terkait gambaran perilaku
bullying di sekolah yaitu faktor perilaku bullying yang terjadi pada siswa
meliputi faktor keluarga yaitu kurangnya kasih sayang orang tua, perceraian
orang tua, hubungan orang tua dan anak yang buruk dan faktor individu yaitu
menyerang terlebih dahulu dan bersikap agresif dan negatif, sebelumnya pelaku
bullying berasal dari korban yang pernah mengalami perilaku bullying, dan memicu
orang lain untuk melakukan perilaku bullying pada siswa. Ciri-ciri perilaku
bullying terjadi karena adanya ketidakseimbangan kekuatan antara pihak yang
terlibat, dapat terjadi dalam bentuk fisik, verbal dan psikologis, dan
dilakukan secara berulang-ulang hingga menyebabkan ketakutan dan kecemasan.
Bentuk perilaku bullying yang didapatkan dari hasil penelitian yakni bullying
verbal, bullying fisik, bullying elektronik dan bullying relasional. Bullying
verbal mencakup mengejek, mengolok-olok kekurangan fisik siswa lain dan
menggunakan kata-kata yang tidak menyenangkan, bullying fisik seperti memukul,
menendang, mendorong dan mengambil paksa
milik orang lain.
Dampak yang terjadi pada siswa ialah menurunnya kesejahteraan psikologis
dan penyesuaian sosial yang buruk yaitu merasakan banyak emosi negatif seperti
marah, dendam, kesal, tertekan, malu, sedih, tidak nyaman, dan terancam namun
tidak berdaya untuk menghadapinya, memungkinkan siswa merasakan tidak nyaman
dan prestasi akademis akan terganggu karena kesulitan menyesuaikan diri dengan
lingkungan sosial. Lalu usaha-usaha yang sudah dilakukan oleh guru bimbingan
konseling dalam menangani perilaku bullying yakni preventif seperti memberikan
layanan informasi baik kepada siswa maupun orang tua, kuratif berupa
menyelesaikan perilaku bullying mulai dari pelaku hingga korban melalui layanan
mediasi serta memberikannya sanksi sesuai tata tertib sekolah yang berlaku,
preservatif seperti layanan individu baik pada korban maupun pelaku.
Penulis: Anindita Widya
Ningrum, Retno Lukitaningsih
Kode Jurnal: jpbkdd160066