PERBAIKAN KUALITAS MINYAK BIJI KARET MELALUI PROSES DEGUMMING MENGGUNAKAN ASAM SITRAT (C6H8O7) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIODIESEL
ABSTRAK: Minyak bumi merupakan
bahan bakar yang tidak dapat diperbaharui. Penggunaan minyak bumi sebagai bahan
bakar di Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan. Hal ini berbanding
terbalik dengan produksi minyak bumi yang terus menerus mengalami penurunan.
Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu dicari bahan bakar alternatif, salah
satunya adalah biodiesel. biodiesel terbuat dari bahan biji-bijian yang
mengandung randemen minyak. Biji karet termasuk biomassa yang sangat baik untuk
dijadikan bahan baku pembuatan biodiesel. Biji karet merupakan biji-bijian yang
jumlahnya cukup banyak dan sejauh ini masih belum dimanfaatkan secara optimal.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan memanfaatkan biji
karet sebagai bahan baku pembuatan biodiesel dengan melalui proses degumming
terlebih dahulu. Penelitian ini bertujuan untuk menghilangkan atau
mengeliminasi gum / getah yang terdapat pada minyak biji karet, pada penelitian
sebelumnya biodiesel dari minyak biji karet memiliki kadar residu karbon yang
tinggi, hal ini dikarenakan pada pembuatannya tidak melalui proses degumming
terlebih dahulu. Proses ini terdiri dari beberapa tahap, antara lain tahap
pengumpulan, tahap pengupasan, tahap pengepresan, tahap penyaringan, dan tahap
degumming. pada penelitian ini proses degumming menggunakan minyak biji karet
sebanyak 400 ml (360 gr) dan asam sitrat sebagai absorben sebesar 0,1% (0,278
gr), 0,2% (0,556 gr), 0,3% (0,834 gr), 0,4% (1,12 gr), 0,5% (1,39 gr) b/b.
Selanjutnya, minyak biji karet sebelum
CRSO (crude rubber seed oil) dan sesudah proses degumming RSO (rubber seed oil)
diuji karakteristiknya sesuai mengacu kepada ASTM (American Standart Testing of
Materials). Minyak biji karet akan diuji viskositas (menggunakan metode
viscometer), densitas (menggunakan metode gravimetry ASTM D 1298), pH
(menggunakan pH meter), kadar P atau getah/gum (menggunakan spektrophotometri),
nilai kalor (menggunakan metode bomb calorimeter), dan kadar FFA (menggunakan
titrimetri).
Hasil uji karakteristik minyak biji karet RSO (rubber seed oil) terbaik
diperoleh dari hasil degumming dengan asam sitrat sebanyak 0,5% b/b, yang
menghasilkan kandungan gum / kadar P (phospat) sebesar 6,57 mg/l yang sebelum
proses degumming CRSO (crude rubber seed
oil) memiliki kandungan gum / kadar P (phospat) sebesar 17,01 mg/l. Hasil
penelitian ini dari 50 kg biji karet didapatkan kernel 20 kg dan cangkang 30
kg, setelah dilakukan pengepresan didapatkan minyak biji karet sebanyak 2 kg
dan ampas 18 kg atau randemen sebesar 10%, pada proses penyaringan diperoleh
1800 gr (2000ml) dan ampas 200 gr. Hasil uji krakteristik lainnya seperti:
nilai kalor 9039,44 Kcal/kg, kadar FFA
14.751%, densitas 0,91737 g / cm3, viskositas 10,367 cPs, dan pH 5,5. Sedangkan
untuk biji karet sebelum proses degumming memiliki nilai kalor 8885,34 kcal/kg, kadar FFA
20,802%, densitas 0, 92946 g/cm3, viskositas 10,94 cPs, dan pH 6,5.
Penulis: Sarifudin, I Wayan
Susila
Kode Jurnal: jptmesindd130396