ANALISIS KUALITAS MANTEL ROLL GILINGAN DENGAN METODE SIX SIGMA, STUDI KASUS PT. BARATA INDONESIA
Abstract: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui kualitas dari produk Mantel Roll Gilingan yang di
produksi Divisi Produksi Peralatan Industri Agro PT. Barata Indonesia (Persero)
dengan metode Six Sigma. Penelitian melalui metodologi DMAIC. Objek dalam penelitian
ini adalah Mantel Roll Gilingan. Sedangkan tujuan dari penelitian adalah untuk
mengetahui level sigma tingkat cacat faktor-faktor penyebab cacat, dan untuk
mendapatkan suatu langkah-langkah efektif untuk meminimilasi tingkat kecacatan
pada produk tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian
deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Variabel-variabel dalam penelitian ini
meliputi: tingkat defect (cacat), DPMO (Defect Per Million Opportunities),
level sigma dan cacat (defect) dalam kriteria CTQ (Customer To Quality) dan
proses pembentukannya. Dalam penelitian ini dipilih dua karakteristik kualitas
/ CTQ yaitu keropos dan crack (retak).Dari hasil penelitian diketahui
kapabilitas proses produksi Mantel Roll Gilingan sebesar 2,43 sigma dengan
nilai DPMO 176.186. Faktor-faktor penyebab cacat keropos adalah lapisan dinding
pada dapur induksi yang kotor, operator kurang teliti, liser kurang, dan
kualitas bahan baku yang rendah. Sedangkan untuk faktor-faktor penyebab crack
(retak) adalah operator yang kurang teliti, lalai, dan kurang pengalaman,
takaran bahan baku kurang sesuai, serta kualitas bahan baku yang rendah.
Langkah- langkah efektif untuk mengurangi cacat pada produk dan prioritas
perbaikannya untuk keropos adalah membersihkan lapisan dinding pada dapur
induksi setiap kali habis di pakai (RPN: 243), menambah liser cetakan sesuai
volume material (RPN: 216), memberlakukan sistem reward dan punishment (RPN:
72), dan mencari bahan baku yang mempunyai kualitas tinggi (RPN: 28). Sedangkan
untuk crack adalah mencari pegawai yang khusus untuk menjalankan crane dan
telah mempunyai Surat Ijin Operator (RPN: 81), menempatkan timbangan di sebelah
tumpukan bahan baku serta menempatkan karyawan senior untuk mengawasi saat
penuangan material (RPN: 70), memberlakukan sistem reward dan punishment (RPN:
54), dan mencari bahan baku yang mempunyai kualitas tinggi (RPN: 28).
Penulis: MUHAMMAD THARIQ
ASRORI, UMAR WIWI
Kode Jurnal: jptmesindd130395