PENGARUH VARIASI PEREKAT TETES TEBU TERHADAP KARAKTERISTIK BRIKET BIOARANG DARI LIMBAH GERGAJI KAYU MAHONI
Abstrak: Kebutuhan sumber
energi utama di Indonesia didominasi oleh bahan bakar minyak. Tingginya
permintaan berimbas pada terus menyusutnya cadangan minyak bumi, Indonesia
sebagai Negara tropis dengan hasil alam melimpah, berpotensi mengembangkan
biomassa sebagai bahan bakar alternatif, salah satunya adalah kayu yang
memiliki banyak manfaat dan kegunaan. Industri mebel (kayu) yang semakin
berkembang perlu diimbangi dengan pemanfaatan limbah gergaji kayu, seperti pada
jenis kayu mahoni yang banyak digunakan di industri mebel. Pemanfaatan limbah
gergaji kayu mahoni menjadi briket (bahan bakar padat) dapat dijadikan sebagai
salah satu langkah untuk mengembangkan bahan bakar alternatif bagi masyarakat.
Proses pembuatan briket dimulai dengan melakukan pengarangan limbah gergaji
kayu mahoni, kemudian dilakukan penumbukan dan pengayakan. Setelah itu
dilakukan pencampuran serbuk arang kayu mahoni dengan perekat tetes tebu.
selanjutnya dilakukan pengepresan pada cetakan dan terakhir dilakukan
pengovenan briket. Jumlah sampel briket yang dibuat dalam penelitian ini adalah
5 sampel briket. dengan perbandingan bahan baku limbah gergaji kayu mahoni 30
gram untuk semua sampel dan variasi campuran perekat 33%, 38%, 41%, 44% dan
47%. Pengujian mutu briket meliputi pengujian kadar abu, kadar air, kerapatan,
kuat tekan, dan nilai kalor. Parameter yang dijadikan acuan sesuai dengan mutu
briket Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
perbandingan campuran ideal terdapat pada sampel 3 dengan komposisi bahan 30
gram serbuk arang kayu mahoni dan 21 gram perekat tetes tebu (41%) dengan hasil
pengujian kadar abu 4.96%, kadar air 3.71%, kerapatan 0,748 gr/cm3, kuat tekan
53.10 kgf/cm2, dan nilai kalor 5713.725 kal/g.
Penulis: Mukhamat Rizal
Mubarok, I Wayan Susila
Kode Jurnal: jptmesindd150180