PENGARUH VARIASI PANJANG PEGAS KOPLING (SPRING COMPRESSION) TERHADAP PERFORMANCE MOTOR YAMAHA JUPITER Z 2006
Abstract: Pegas kopling
(spring compression) dalam rangkaian kopling pada sepeda motor berfungsi untuk
memberikan tekanan pada kampas kopling dan pelat kopling sehingga tercipta sebuah
cengkeraman pada rumah kopling (primary driven gear comp) dengan boss kopling
(boss cluth) untuk meneruskan putaran mesin dari poros engkol menuju poros
transmisi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen serta pengujian
dilakukan pada rpm berubah dan beban penuh (Full Open Throttle Valve) dengan
posisi transmisi top gear.Pengambilan data yang dilakukan meliputi torsi
(torque), daya efektif (bhp), dan konsumsi bahan bakar (fc). Dan variabel pegas
kopling (spring compression) yang diuji meliputi pegas kopling standart (30,3
mm), pegas kopling dengan melakukan pemotongan ulir (28,3 mm), dan pegas
kopling dengan penambahan ring (spacer) (32,3 mm).Dari hasil dari penelitian
yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa performance yang dihasilkan pada pegas
kopling (spring compression) dengan panjang 32,3 mm lebih baik daripada pegas
kopling 30,3 mm serta pegas kopling 28,3 mm. Yakni terjadi peningkatan torsi
sebesar 7,40% pada putaran 8000 rpm untuk pegas 32,3mm. Dan terjadi peningkatan
daya sebesar 8,33% pada putaran 8000 rpm untuk pegas 32,3mm. Namun untuk
konsumsi bahan bakar hanya terjadi penurunan pada putaran atas, namun pada
putaran ideal (rendah-menengah) tarjadi peningkatan konsumsi bahan bakar.
Penulis: SANDI ARDIANSYAH,
Diah Wulandari
Kode Jurnal: jptmesindd130605