PENGARUH TEMPERATUR FLUIDA MASUK TERHADAP KAPASITAS OIL COOLER PADA SISTEM PELUMASAN SEPEDA MOTOR SUZUKI SATRIA 150 CC
Abstrak: Oil cooler merupakan
salah satu penukar panas yang terdiri dari pipa yang dibuat lurus horizontal
dan plat-plat sirip tipis yang di pasang pada sisi dari pipa. Kapasitas oil
cooler dipengaruhi oleh temperatur fluida masuk yang melewati oil cooler
tersebut dalam keadaan konveksi paksa. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui bagaimana pengaruh temperatur fluida masuk terhadap kapasitas oil
cooler pada kondisi konveksi paksa.
Penelitian ini menggunakan sebuah oil cooler dengan panjang plat sirip 35 mm,
pitch plat-plat sirip tipis 1 mm,
panjang pipa 184 mm, pitch pipa 17 mm, diameter pipa 3 mm, dan diuji
dalam lima variasi temperatur fluida masuk penukar panas yaitu, 50°C, 60°C,
70°C, 80°C dan 90°C dengan temperatur ruangan dijaga konstan 30°C. Pengujian
secara eksperimen menggunakan oli TERMO 22 dengan laju aliran fluida 0.6 L/m,
kemudian data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian
menunjukan bahwa kapasitas oil cooler maksimal diperoleh pada temperatur fluida
masuk 70°C dengan pelepasan panas sebesar 342 Watt. Berdasarkan analisa
perpindahan panas sisi luar diperoleh bahwa koefisien perpindahan panas
konveksi (h) rata-rata permukaan luar oil cooler adalah 35,41 W/m2 K.
Penulis: Kholis Nur Stiawan, I
Made Arsana
Kode Jurnal: jptmesindd150176