PENGARUH PENAMBAHAN BATU KUMBUNG PADA TANAH DI DAERAH LAMONGAN TERHADAP NILAI CALIFORNIA BEARING RATIO (CBR) TEST

Abstract: Permasalahan yang sering ditemui menyangkut kekuatan dan keawetan konstruksi jalan adalah perubahan bentuk dari jenis tanah tertentu akibat beban lalu lintas, sehingga menyebabkan jalan tersebut rusak. Tanah Lamongan misalnya, dimana kondisinya ditandai dengan adanya ruas-ruas jalan yang banyak mengalami keretakan, penurunan pondasi jalan, serta permukaan jalan yang bergelombang dan berongga akibat daya dukung tanahnya kurang baik. Salah satu cara untuk memperbaikinya yaitu dengan stabilisasi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penambahan batu kumbung pada tanah dari Lamongan terhadap nilai California Bearing Ratio (CBR) tes. Dengan demikian diharapkan penelitian ini bisa digunakan sebagai parameter untuk meningkatkan daya dukung tanah terhadap perkerasan jalan.
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang dilakukan di laboratorium dengan cara membuat campuran tanah Lamongan dengan batu kumbung dengan berbagai variasi campuran batu kumbung yaitu : 0%, 4%, 8% dan 12%. Pada penelitian ini dilakukan test atterberg, yaitu  test batas cair (LL) dan batas plastis (PL), dari  nilai tersebut akan diketahui nilai indeks plastisitasnya (IP). Sedangkan kondisi kadar air tanah yang digunakan adalah kadar air optimum dari hasil Standart Proctor Test. Jumlah benda uji adalah 4 (empat) buah yang terdiri beberapa campuran batu kumbung tersebut di atas. Selanjutnya, semua contoh benda uji (tanah) mendapatkan perlakuan yang sama sebelum di test perkerasan jalan dengan alat California Bearing Ratio tanpa rendaman (CBR unsoaked).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar penambahan batu kumbung pada tanah Lamongan, maka nilai CBR unsoaked semakin tinggi. Besarnya nilai CBR pada penetrasi 0.1” untuk tanah Lamongan asli sebesar 2,88%, untuk penambahan batu kumbung 4% sebesar 4,96%, untuk penambahan batu kumbung 8% sebesar 17,43%, dan untuk penambahan batumbung 12% sebesar 22,61%. Pada penetrasi 0,2” untuk tanah Lamongan asli sebesar 2,39%, untuk penambahan batu kumbung 4% sebesar 4,37%, untuk penambahan batu kumbung 8% sebesar 16,19%, dan untuk penambahan batu kumbung 12% sebesar 21,56%. Dari hasil analisis diperoleh prosentase penambahan batu kumbung yang dapat memenuhi persyaratan subgrade 4% adalah sebesar 2,17% untuk penetrasi 0,1” dan sebesar 3,36% untuk penetrasi 0,2”.
Kata Kunci: Tanah Lamongan, Penambahan Batu Kumbung, California Bearing Ratio (CBR)
Penulis: Machfud Ridwan, Nur Suma Retno Wati
Kode Jurnal: jptsipildd150217

Artikel Terkait :