Pengaruh Modifikasi Intake Manifold Dengan Sudut Kelengkungan Sampai ¾ Putaran (270º) Terhadap Unjuk Kerja Mesin Supra X Tahun 2002
Abstrak: Banyaknya peminat
sepeda motor sehingga industri mengembangkan kendaraan bermotor tersebut
semakin baik lagi. Untuk mendapatkan daya atau power yang besar diperlukan
campuran udara dan bahan bakar yang sempurna. Intake manifold merupakan bagian
kendaraan tempat mengalirnya udara dan bahan bakar dari karburator menuju ruang
pembakaran melalui katup masuk. Untuk
mendapatkan aliran turbulent diperlukan adanya modifikasi pada bagian mesin,
salah satunya modifikasi pada intake manifold. Apabila aliran bahan bakar
menjadi turbulent maka campuran bahan bakar menjadi homogen atau sempurna.
Untuk itu dilakukan penelitian dengan mengubah lengkungan intake manifold
dengan tujuan mengetahui seberapa besar pengaruh terhadap torsi, daya, konsumsi
bahan bakar, dan tekanan efektif rata-rata. Penelitian yang dilakukan meliputi
kelompok standar dengan sudut lengkung 00, kelompok eksperimen meliputi variasi
1 dengan sudut lengkung 1800 , variasi 2 dengan sudut lengkung 2250 dan variasi
3 dengan sudut lengkung 2700 . Standar pengujian performa mesin adalah SAE
J1349 dengan katup terbuka penuh. Pengujian menggunakan chasis dynamometer,
fuel meter, rpm couter, oil temperature meter, dan 4 in 1 multi function
enviroment meter. Analisa data dilakukan
dengan metode deskriptif dengan rpm 3000-9000 pada beban penuh untuk mengetahui torsi, daya, konsumsi bahan
bakar dan tekanan efektif rata-rata. Data hasil penelitian yang diperoleh
dimasukkan dalam tabel dan ditampilkan dalam bentuk grafik selanjutnya
dideskripsikan dengan kalimat sederhana. Berdasarkan hasil penelitian yang
dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa menggunakan intake manifold variasi 1
meningkatkan performa mesin Supra X tahun 2002, sedangkan menggunakan variasi 2
dan 3 terjadi penurunan performa mesin. Peningkatan torsi rata-rata menggunakan
variasi 1 (sudut kelengkungan 180°) sebesar 1,32%. Daya efektif rata-rata
meningkat pada variasi 1 dengan persentase sebesar 1,56%. Tekanan efektif
rata-rata meningkat pada variasi 1 dengan persentase peningkatan sebesar 1,56%.
Konsumsi bahan bakar rata-rata pada variasi 1 menurun sebesar 6,81%..
Penulis: BAYU ARGO WICAKSONO,
PRIYO HERU ADIWIBOWO
Kode Jurnal: jptmesindd140371