PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) UNTUK PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PADA MATA DIKLAT SISTEM KOPLING
Abstrak: Pencapaian ketuntasan
klasikal dalam hasil belajar sulit di capai. Kenyataan yang dihadapi dilapangan
terkait dengan kemampuan kemandirian siswa SMK pada umumnya mengalami kesulitan
untuk mencapai hasil belajar yang mandiri dan hal ini memicu terjadinya
penurunan semangat belajar siswa SMK, sehingga pembelajaran dalam bentuk metode
ceramah saja tidak cukup untuk membentuk semangat siswa dalam belajar. Salah
satu peluang untuk memberikan pengalaman kepada siswa dalam pembentukan
karakter adalah dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TAI.
Dengan penrapan model pembelajaran tersebut bertujuan untuk meningkatkan
prestasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas
(PTK) dengan model pembelajaran kooperatif tipe TAI. Pada siklus pnelitian
tindakan kelas masing – masing siklus berisikan perencanaan, tindakan,
pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif .
Untuk subyek penelitian ini adalah Siswa kelas XI TKR 1 SMKN 1 Kanor-Bojonegoro
pada mata diklat sistem kopling dengan instrumen penelitian berupa lembar
pengamatan dan tes hasil belajar. Hasil belajar siswa dapat tercapai jika siswa
dapat mencapai ketuntasan ≥ 80% dalam belajar pada setiap tujuan pembelajaran.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan pengajar dalam menyiapkan RPP dan
Skenario siklus I dan siklus II mencapai hasil rata-rata 3,8% tergolong baik,
kemampuan pengajar dalam menerapkan RPP dan Skenario siklus I dan siklus II
mencapai hasil rata-rata 3,7% tergolong kriteria baik, aktivitas siswa siklus I
dan Siklus II mencapai hasil rata-rata 3,8% tergolong kriteria baik, dan respon
siswa mencapai 85,2% tergolong kriteria sangat baik, sedangkan hasil belajar
siswa sebelum dilakukan penerapan metode jumlah siswa 29 siswa, jumlah siswa
yang tuntas ada sebanyak 20 siswa dengan persentase 74%. Setelah dilakukan
penerapan hasil penelitian pada siklus I siswa yang tuntas ada sebanyak 22
siswa dengan persentase 76%, dan hasil penelitian pada siklus II siswa yang tuntas
sebanyak 25 siswa dengan persentase 86,3%.
Penulis: Slamet Riyadi, Mochamad
Cholik
Kode Jurnal: jptmesindd130404