Bahan Bakar Alternatif Bioethanol Dari Limbah Kulit Kelapa Muda Segar Sebagai Extender Premium
Abstract: Penggunaan minyak
bumi sebagai bahan bakar di Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan. Hal
ini berbanding terbalik dengan produksi minyak bumi yang terus menerus
mengalami penurunan. Untuk mengatasi hal tersebut, maka pemerintah telah
menerbitkan Peraturan Presiden No. 5 Tahun 2006 yang membahas tentang
pengembangan bahan bakar alternatif, salah satunya adalah bioethanol.
Bioethanol terbuat dari bahan yang mengandung karbohidrat atau glukosa, salah
satunya adalah limbah kulit kelapa muda segar. Bioethanol digunakan sebagai
sumber energi alternatif baru untuk mengatasi krisis bahan bakar di Indonesia,
khususnya bahan bakar premium.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan membuat bioethanol
berbahan baku limbah kulit kelapa muda segar. Proses ini terdiri dari tiga
tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap fermentasi dan tahap distilasi. Untuk
dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar kadar bioethanol harus diatas 90%.
Selanjutnya, bioethanol akan diuji spesifikasinya sesuai standart mengacu kepada
ASTM (American Standart Testing of Materials). Bioethanol akan diuji nilai
kalorinya (menggunakan metode bomb calorimeter), flash point (menggunakan
metode ASTM D 93), pour point (menggunakan metode ASTM D 97), viskositas
(menggunakan metode viscometer) dan densitas (menggunakan metode ASTM 1298-99).
Hasil dari penelitian ini didapatkan perbandingan yang optimal yaitu 250
gr limbah kulit kelapa muda segar, 1000 ml air, 6 gr ragi, dan lama waktu
fermentasi 4 hari. Uji karakteristik yang dilakukan di laboratorium didapat
hasil yaitu nilai kalori 5998,92 Kcal/kg, viskositas 3,8402 cPs, titik nyala
(flash point) 15 ˚C, titik tuang (pour point) >-30 ˚C, dan densitas 0,8252
g/cm3. Karakteristik dari penelitian ini hamper sama dengan karakteristik dari
bioethanol murni.
Penulis: ROHMAD ALI MUKTI, DWI
HERU SUTJAHJO
Kode Jurnal: jptmesindd130403