Pemilihan Alternatif Jenis Pondasi Dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) (Studi Kasus Proyek Pembangunan Laboratorium Fakukultas Pertanian UNS Surakarta)
Abstrak: Dalam mengaplikasikan
metode Analytical Hierarchy Process (AHP), diperlukan pemilihan kriteria dan
alternatif, serta menghitung bobot dari hasil survey kuisioner kepada para
pengambil keputusan di suatu proyek konstruksi. Setelah itu, perlu dilakukan
uji konsistensi untuk menguji validitas dari hasil yang diperoleh, dan
menetapkan alternatif dengan bobot terbesar sebagai pilihan. Berdasarkan hasil
identifikasi faktor-faktor yang berpengaruh pada proses pengambilan keputusan
pemilihan jenis pondasi dapat dibuat hierarki keputusan dari tingkat paling
atas adalah tujuan, yaitu mencari jenis pondasi yang tepat untuk digunakan.
Kemudian faktor kriteria dalam memilih alternatif jenis pondasi, yaitu:
kriteria kondisi tanah, metode pelaksanaa, ekonomis, pengaruh lingkungan
sekitar, dan dampak lingkungan. Tingkatan paling bawah yaitu alternatif jenis
pondasi yaitu: jenis pondasi sumuran, pondasi telapak, tiang pncang mini pile,
dan pondasi tiang bor (bore pile). Berdasarkan hasil analisis menggunakan
metode AHP yang dilakukan, diperoleh prosentase prioritas kriteria pemilihan
jenis pondasi dari yang tertinggi ke yang terendah yaitu: kondisi tanah dengan
prosentase sebesar 47,5%; kriteria metode pelaksanaan dengan prosentase sebesar
15,3%; kriteria kondisi lapangan dengan prosentase bobot 14,7%; kriteria dampak
sebesar 12%; dan kriteria ekonomis dengan nilai prosentase bobot 10,5%.
Sedangkan urutan prioritas alternatif jenis pondasi dari yang paling tinggi ke
yang paling rendah adalah Pondasi Telapak 30%, Mini Pile 23,9%, Pondasi Sumuran
23,5%, dan Bore Pile 22,6%. Berdasarkan nilai tersebut dapat diketahui bahwa
pondasi telapak merupakan alternatif desain pondasi yang tepat untuk digunakan.
Penulis: Widi Hartono, Sugiyarto,
Lanjari Lanjari
Kode Jurnal: jptsipildd160028