EVALUASI KINERJA DAN PENENTUAN TARIF ANGKUTAN UMUM KOTA BATU (STUDI KASUS ANGKUTAN TRAYEK BATU – BUMIAJI, BATU – SELECTA – SUMBERBRANTAS, DAN BATU – GUNUNGSARI)
ABSTRACT: Kota Batu adalah
sebuah kota yang berada di Provinsi Jawa Timur yang sebagian besar mata
pencaharian penduduk Kota Batu adalah petani dan dikenal oleh masyarakat
sebagai kota wisata. Berbagai fasilitas dan sarana umum yang ada di Kecamatan
Batu seperti, perkantoran, pasar, terminal, dan berbagai sarana pendidikan,
maka Pemerintah Kota Batu menyediakan angkutan umum sebagai salah satu sarana
transportasi yang dapat digunakan menjadi salah satu moda transportasi selain
kendaraan pribadi. Kajian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui
karakteristik kinerja angkutan berdasarkan headway, load factor, dan waktu
perjalanan, mengetahui tarif angkutan yang sesuai berdasarkan Ability To Pay
(ATP) dan Willingness To Pay (WTP), dan mengetahui kinerja angkutan menggunakan
metode IPA dan memberikan solusi perbaikan kinerja angkutan umum Kota Batu
dengan trayek yang dikaji meliputi trayek BB (Batu-Bumiaji), BG (Batu-Gunung
Sari), dan BSS (Batu-Sumber Brantas).
Survei dilakukan pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu yang dibagi atas jam
pagi pada pukul 06.00-08.00, jam siang pukul 11.00-13.00, dan jam sore pukul
15.00-17.00. Kajian yang dilakukan menggunakan metode survei statis, survei
dinamis, dan survei wawancara. Survei statis dilakukan dengan mencatat selisih
waktu antar angkutan(headway) pada masing-masing trayek. Sedangkan survei
dinamis dilakukan dengan cara mengikuti satu perjalanan penuh angkutan sebanyak
3 angkutan pada setiap segmen waktu untuk masing-masing trayek untuk
mendapatkan load factor dan waktu perjalanan. Survei wawancara dilakukan di
terminal Kota Batu, di dalam angkutan, dan beberapa titik naiknya penumpang.
Jumlah responden untuk trayek angkutan BB dan BG sebanyak 180 responden dan
untuk trayek BSS sebanyak 300 responden. Hasil dari survei wawancara diolah
menggunakan metode IPA untuk mengetahui tingkat kinerja angkutan dan metode ATP
dan WTP untuk mengetahui tarif berdasarkan kemampuan dan kemauan penumpang.
Dari hasil pengolahan data yang telah dilakuan didapatkan karakteristik
kinerja berdasar menunjukan bahwa headway tidak memenuhi standar pada ketiga
trayek tersebut yang melebihi 10 menit untuk menunggu calon penumpang.Hasil
load factor pada ketiga trayek tersebut menunjukan bahwa masih dibawah standar
kurang dari 70% dan untuk waktu perjalanan rata-rata yang memenuhi standar
antara 1 – 1,5 jam untuk ketiga trayek tersebut. Dari kemampuan dan kemauan
masyarakat, diketahui bahwa tarif yang berlaku lebih tinggi dibanding tarif
yang sesuai dengan kemampuan dan kemauan masyarakat. Sehingga perlu adanya
perbaikan dan peningkatan kinerja dari sisi operator. Dari analisa hasil metode
IPA diperoleh bahwa perbaikan kinerja angkutan yang perlu diperbaiki untuk
trayek BB yaitu kesesuaian rute angkutan yang beroperasi berdasarakan rute yang
telah ditentukan agar penumpang dapat mengakses sesuai rute trayek. Untukketiga
trayek BB, BSS, dan BG memiliki perbaikan kinerja yang harus diperbaiki yang
sama yaitu lamanya kedatangan angkutan atau jarak antar kendaraan.
Kata kunci: karakteristik
angkutan, load factor, headway, waktu perjalanan, ATP, WTP, IPA, persepsi
penumpang
Penulis: Cita Ahmat Panji
Saputra, Raynaldy Arya Wiguna, Harnen Sulistio, Agus Suharyanto
Kode Jurnal: jptsipildd160144