APLIKASI METODE ANALYSIS OF VARIANCE (ANOVA) UNTUK MENGKAJI PENGARUH PENAMBAHAN SILICA FUME TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIK MORTAR
Abstract: Penelitian yang
berkaitan dengan penambahan bahan pozolan untuk memperbaiki mutu mortar atau
beton sudah cukup banyak dilakukan. Namun demikian, penelitian-penelitian
terdahulu umumnya dilakukan dengan menggunakan metode yang berbasis pada
standar. Kelemahan metode ini adalah kesimpulan yang diambil hanya berdasarkan
statistik deskriptif tanpa melibatkan proses pengujian hipotesis menggunakan
statistik inferensial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
pengaruh penambahan bahan pozolan silica fume terhadap karakteristik fisik dan
mekanik mortar dengan mengaplikasikan metode analysis of variance (ANOVA).
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen murni
dimana percobaan laboratoriumnya didesain sebagai single factor experiment.
Kesimpulan yang bisa diambil dari penelitian adalah: 1) Penambahan bahan
pozolan silica fume mampu membuat mortar menjadi lebih kedap air yang ditandai
dengan menurunnya daya serap air seiring dengan bertambahnya proporsi silica
fume sebagai pengganti sebagian semen. Terjadi penurunan daya serap air sebesar
18,3% ketika mortar diberi tambahan silica fume sebesar 3% dari berat semen.
Selanjutnya terjadi penurunan secara konstan sebesar 22,7%, 33,2% dan 35,2%
ketika ditambahkan silica fume sebesar 5, 7 dan 10%. 2) Penambahan silica fume
juga mampu menurunkan pH mortar. Tetapi pada penelitian ini, meskipun pH mortar
menurun dengan bertambahnya proporsi silica fume, kondisi pH nya masih dalam
keadaan basa yang relatif aman bagi tulangan yang dilindungi oleh mortar. 3)
Untuk sifat mekanik, terlihat bahwa kuat tekan mortar berbanding lurus dengan
peningkatan kandungan silica fume yang dicampurkan. Rata-rata kuat tekan mortar
normal tanpa campuran silica fume adalah 39,9 MPa. Sementara kuat tekan
rata-rata mortar dengan campuran silica fume secara berturut–turut adalah 40,4
MPa, 42,3 MPa, 43,2 MPa dan 45,1 MPa atau terjadi peningkatan kuat tekan
berturut-turut sebesar 1,1%, 5,9%, 8,2%, dan 12,8 % untuk proporsi 3, 5, 7 dan
10%.
Penulis: Jauhar Fajrin, Pathurahman,
Lalu Gita Pratama
Kode Jurnal: jptsipildd160127