STUDI EKSPERIMENTAL PERILAKU GESER BALOK PADA SAMBUNGAN BALOK KOLOM BETON BERTULANG
Abstract: Suatu bangunan
memiliki ketahanan yang baik terbuat dari struktur beton bertulang dapat
diamati dari struktural bangunan itu sendiri. Salah satu komponen struktural
yang paling berpengaruh dalam keruntuhan suatu bangunan adalah sambungan
balok-kolom. Keruntuhan bangunan tersebut, khususnya bangunan gedung beton
bertulang adalah akibat kerusakan dari sambungan balok-kolom yang merupakan
bagian struktur yang terpenting pada bangunan. Pada penelitian ini dilakukan
untuk mengevaluasi perilaku geser balok pada sambungan balok-kolom beton
bertulang dengan 3 variasi rasio tulangan balok BCJ-2 (ρ=0.0067), BCJ-3 (ρ
=0.010) dan BCJ-5 (ρ =0.0167) serta mengetahui besarnya beban pada saat retak
awal (first crack), dan beban saat runtuh. Dari hasil yang diperoleh pada
penilitian ini adalah semakin besar rasio tulangan yang digunakan maka semakin
besar beban yang dapat ditahan balok. Pengaruh adanya variasi rasio tulangan
dapat meningkatkan kapasitas baloknya, baik pada pakai sengkang maupun tanpa
sengkang. Dimana BCJ-S 5 adanya peningkatan kapasitasnya sebesar 25,49% dari
BCJ-TS 5, sedangkan BCJ-S 3 dengan BCJ-TS 3 dan BCJ-S 2 dengan BCJ-TS 2 yang
tidak begitu menunjukan peningkatan yang signifikan. Dari keenam benda uji,
satu mengalami keruntuhan lentur dan lima mengalami keruntuhan geser.
Penulis: Rita Anggraini,
Jafril Tanjung, Jati Sunaryati, Rendy Thamrin, Riza Aryanti
Kode Jurnal: jptsipildd160128