PENGEMBANGAN TWO-TIER MULTIPLE CHOICE DIAGNOSTIC TEST UNTUK MENGANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA KELAS X PADA MATERI SUHU DAN KALOR

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan tes diagnostik materi suhu dan kalor yang layak digunakan dalam menganalisis kesulitan belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D). Tes diagnostik ini divalidasi isi dan konstruksi oleh dua dosen fisika dan satu guru fisika SMAN 1 Babat, kemudian diujicobakan pada siswa kelas XI IPA SMAN 1 Babat untuk menghitung nilai reliabilitas soal dan uji coba terbatas pada 10 siswa kelas X SMAN 1 Babat yang tidak tuntas pada materi suhu dan kalor. Hasil penelitian menunjukkan tes diagnostik two-tier multiple choice pada materi suhu dan kalor yang dikembangkan telah layak digunakan sebagai instrumen untuk menganalisis kesulitan belajar siswa. Hal ini ditunjukkan oleh persentase penilaian terhadap tes diagnostik oleh validator yakni validasi isi sebesar 89,37%  dan valiadasi konstruksi sebesar 90,17% serta nilai reliabilitas sebesar 0,4175, nilai ini lebih besar daripada harga tabel r product moment yakni 0,254, sehingga instrumen tes diagnostik yang dikembangkan reliabel. Analisis kesulitan belajar yang dialami siswa melalui pendekatan miskonsepsi dan miskonsepsi yang terjadi pada siswa pada konsep perpindahan/aliran energi panas yakni siswa belum memahami “apa” yang mengalir antara dua zat pada termodinamika dan penyebabnya, mekanisme perpindahan kalor (konduksi, konveksi dan radiasi) hanya menghafal pengertiannya saja, konsep suhu dan kalor yakni siswa menganggap suhu sebagai variabel ekstensif, yakni besarnya bergantung pada jumlah materi (massa), efek kalor terhadap pemuaian zat serta syarat terjadinya kesetimbangan termal, konsep kalor jenis, kapasitas kalor dan kalor laten yakni kurangnya keterampilan mengaitkan besaran kalor jenis, kapasitas kalor dan kalor laten dengan besaran lain dalam termodinamika dan konsep perubahan wujud yakni siswa menganggap suhu zat selalu naik/turun ketika diberi/melepas kalor sehingga implikasinya siswa menganggap suhu zat akan naik/turun saat perubahan fase.
Kata Kunci: Tes Diagnostik,   Two-tier multiple choice, Kesulitan Belajar, Suhu dan Kalor
Penulis: NAILUL MAUNAH
Kode Jurnal: jpfisikadd140634

Artikel Terkait :