PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK SEBAGAI SARANA BIBLIOKONSELING UNTUK MENURUNKAN PERILAKU AGRESIF VERBAL SISWA SMP NEGERI 1 DRIYOREJO

ABSTRAK: Berdasarkan hasil studi pendahuluan di SMP Negeri 1 Driyorejo, peneliti menyimpulkan   bahwa banyak ditemukannya perilaku agresif verbal seperti berkata kotor, memberikan nama julukan, menghina dan lain sebagainya. Dari perilaku agresif verbal tersebut, jika dibiarkan  maka sangat berpotensi untuk memicu perilaku agresif non verbal. Selain itu penggunaan media dalam layanan bimbingan dan konseling sangat terbatas. Guru BK hanya menggunakan media seadanya saja, apalagi menggunakan media sebagai alternatif dalam membantu memecahkan masalah siswa. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah media bimbingan dan konseling, kemudian mengetahui akseptabilitas berdasarkan aspek kegunaan, kelayakan, ketepatan dan kepatutan dengan menggunakan model pengembangan Borg and Gall (1983) yang telah diadaptasi. Produk yang dihasilkan terdiri dari dua yaitu media komik sebagai sarana bibliokonseling dan buku panduan pelaksanaan bibliokonseling.
Hasil uji validasi ahli bimbingan dan konseling pada aspek kegunaan media komik sebagai sarana bibliokonseling  sebesar  84,38%, aspek kelayakan sebesar 84,38%, aspek ketepatan sebesar 88,75%, dan aspek kepatutan sebesar 97,5%. Hasil uji validasi pengguna Guru BK di SMP Negeri 1 Driyorejo pada aspek kegunaan media komik sebagai sarana bibliokonseling  sebesar 100 %, aspek kelayakan sebesar 81,25%, aspek ketepatan sebesar 87,5%, dan aspek kepatutan sebesar 80%. Sedangkan hasil uji validasi ahli bimbingan dan konseling pada buku panduan pelaksanaan bibliokonseling yang dinilai berdasarkan sistematikanya sebesar 87,5%.  Hasil uji validasi pengguna Guru BK di SMP Negeri 1 Driyorejo  pada buku panduan pelaksanaan bibliokonseling yang dinilai berdasarkan sitematikanya sebesar 85,94%. Keseluruhan persentase hasil uji  validasi jika dibandingkan dengan kriteria kelayakan produk  menurut Mustaji (2005) adalah sangat baik dan tidak diperlukan revisi. Dengan demikian dapat disimpulkan  bahwa pengembangan media komik sebagai sarana bibliokonseling memenuhi kriteria akseptabilitas produk yang  meliputi aspek kegunaan, kelayakan, ketepatan dan kepatutan.
Kata kunci: Komik, bibliokonseling, perilaku agresif verbal
Penulis: Teguh Setiawan
Kode Jurnal: jpbkdd150166

Artikel Terkait :