PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALLING PADA TEMA KERUKUNAN DALAM BERMASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SDN SIDOREJO 1 MOJOKERTO
Abstrak: Pembelajaran
kooperatif merupakan alternatif dalam pembelajaran yang dapat menstimulasi
siswa agar dapat terlibat secara aktif dan saling memberikan dukungan satu sama
lain dalam kerja kelompok untuk menuntaskan materi yang dipelajari. Snowballing
merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang dapat meningkatkan
hasil belajar siswa dan mampu mengembangkan kemampuan berpikir siswa. Model
pembelajaran ini digunakan dalam menemukan kesimpulan yang dihasilkan dari
diskusi secara bertingkat, dimulai dari kelompok kecil kemudian dilanjutkan
dengan kelompok yang lebih besar. Proses pembelajaran di SDN Sidorejo 1
Mojokerto, guru cenderung lebih aktif daripada siswa. Hasil Ulangan Tengah
Semester menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa masih cukup
rendah.Tujuan penelitian ini adalah Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif
Tipe Snowballing pada Tema Kerukunan dalam Bermasyarakat untuk Meningkatkan
Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN Sidorejo 1 Mojokerto. Penelitian ini
dilaksanakan di kelas V SDN Sidorejo 1 tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini
merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang bersifat kolaboratif dengan pihak guru
sekolah. Kegiatan pembelajaran terdiri dari 3 siklus, setiap siklus terdiri
dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek
penelitian ini yaitu guru kelas dan siswa kelas V SDN Sidorejo 1 Jetis,
Mojokerto yang berjumlah 27 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian
ini adalah lembar kerja siswa, lembar observasi, dan catatan lapangan. Ketiga
instrument tersebut dijadikan acuan dalam penentu keberhasilan siklus tindakan
yang dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ada peningkatan
hasil belajar siswa kelas V SDN Sidorejo 1. Peningkatan hasil belajar
ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata persentase hasil belajar sebesar 48%
pada siklus I meningkat menjadi 65,37% pada siklus II, dan meningkat lagi
menjadi 85,2% pada siklus III. Terkait hasil penelitian tersebut, maka
disarankan agar guru memilih model pembelajaran Snowballing sebagai alternatif
model pembelajaran sebagai variasi dalam melaksanakan pembelajaran di kelas.
Bagi peneliti berikutnya agar penelitian ini bisa menjadi referensi untuk
melakukan penelitian lanjutan yang lebih baik.
Penulis: Atik Irnawati, Jandut
Gregorius
Kode Jurnal: jppaudsddd151125