Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) untuk Mengurangi Miskonsepsi Siswa Kelas X SMAN 2 Ponorogo pada Pokok Bahasan Perpindahan Panas

Abstract: Penguasaan konsep fisika bagi siswa di tingkat SMA merupakan hal yang sangat penting untuk menunjang materi di tingkat pendidikan yang lebih tinggi maupun untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Namun tes pendahuluan yang diberikan kepada siswa kelas XI SMAN 2 Ponorogo pada materi perpindahan panas didapatkan angka miskonsepsi sebesar 32,5%. Salah satu model pembelajaran yang mampu mengurangi miskonsepsi siswa adalah model inkuiri terbimbing (guided inquiry). Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian one grup pretest-posttest. Subjek penelitian ini adalah 3 kelas dari 6 kelas X SMAN 2 Ponorogo yang dipilih secara acak dengan jumlah siswa perkelas sebanyak 38 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar pengamatan pengelolaan pembelajaran, angket respons siswa, dan tes miskonsepsi menggunakan skala Certaintly Respons Index (CRI). Analisis data yang digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas, analisis profil miskonsepsi siswa, analisis keterlaksanaan pembelajaran, uji Gain dan uji t dua pihak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing dilaksanakan dengan baik pada materi perpindahan kalor dan mendapatkan respon yang baik dan konsisten dari siswa. Sealin itu, hasil penelitian juga menunjukkan nilai rata-rata gain penurunan miskonsepsi sebesar 0,5. Berdasarkan hasil uji t dua pihak diperoleh thitung  > ttabel sehingga disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran Inkuiri terbimbing (Guided Inquiry) mengurangi miskonsepsi siswa kelas X SMAN 2 Ponorogo pada pokok bahasan perpindahan panas.
Kata Kunci: Konsep, Miskonsepsi, Inkuiri Terbimbing, Certaintly Respons Index (CRI), Fisika, Perpindahan Panas
Penulis: SENDY ZULIA WITANECAHYA, BUDI JATMIKO
Kode Jurnal: jpfisikadd140625

Artikel Terkait :