PENERAPAN METODE PETA PIKIRAN (MIND MAP) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGIDENTIFIKASI UNSUR CERITA YANG DISIMAK SISWA KELAS V SDN PLUMBON II PORONG SIDOARJO

Abstrak: Berdasarkan hasil observasi di kelas V SDN Plumbon II, menunjukkan bahwa keterampilan menyimak cerita siswa masih rendah. Sebanyak 71,4% dari 22 siswa belum mencapai KKM yang ditetapkan, yaitu 70. Hal ini disebabkan karena guru masih menggunakan pembelajaran yang bersifat konvensional yaitu berorientasi pada guru dan cenderung menggunakan metode ceramah sehingga membuat siswa merasa bosan. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan penelitian dengan menerapkan metode peta pikiran atau Mind Map. Penerapan metode ini akan lebih menarik bagi siswa, karena peta pikiran atau Mind Map menggunakan gambar dan warna yang menarik sehingga memicu anak agar mengeksplor informasi dalam otak dan mengeluarkannya menjadi sebuah peta pikiran atau Mind Map yang akan membantu siswa dalam menyimak cerita. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode peta pikiran Mind Map untuk meningkatkan keterampilan mengidentifikasi unsur cerita yang disimak siswa, mendeskripsikan hasil belajar menyimak cerita, dan mendeskripsikan kendala-kendala dalam pelaksanaan pembelajaran serta cara mengatasinya. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek PTK ini adalah guru dan siswa kelas V SDN Plumbon II Porong Sidoarjo yang berjumlah 22 siswa. Lokasi PTK dilaksanakan di SDN  Plumbon II Porong Sidoarjo. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan catatan lapangan. Melalui dua siklus penelitian yang telah dilaksanakan, maka diperoleh hasil bahwa aktivitas guru pada siklus I dan II terlaksana100%. Ketercapaian aktivitas guru pada siklus I memperoleh nilai 76,07, sedangkan pada siklus II memperoleh nilai 89,285. Sementara itu, persentase ketuntasan belajar klasikal pada siklus I mencapai 13,63%, sedangkan pada siklus II mencapai 100%. Kendala-kendala yang dihadapi berpusat pada pengelolaan waktu dalam pembelajaran dan persiapan alat tulis berupa spidol warna. Kendala ini diperbaki pada siklus berikutnya dan dapat diatasi dengan baik dengan mengelola waktu sesuai kebutuhan dan persiapan alat tulis yang lengkap. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa penerapan metode peta pikiran atau Mind Map dapat meningkatkan keterampilan mengidentifikasi unsur cerita yang disimak siswa kelas V SDN Plumbon II Porong Sidoarjo. Hal ini terbukti dengan meningkatnya aktivitas guru selama proses pembelajaran berlangsung dan hasil belajar siswa di setiap siklusnya.
Kata kunci: metode, Mind Map,menyimak cerita
Penulis: Moh. Fahrudin Fanani
Kode Jurnal: jppaudsddd151157

Artikel Terkait :