HUBUNGAN ANTARA PERILAKU PROSOSIAL DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS (PSYCHOLOGICAL WELL-BEING) PADA SISWA KELAS XI DI SMK MUHAMMADIYAH 2 YOGYAKARTA
Abstrak: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku prososial dengan
kesejahteraan psikologis (psychological well-being) pada siswa kelas XI di SMK
Muhamadiyah 2 Yogyakarta. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah
pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional. Populasi dalam penelitian ini
adalah seluruh siswa kelas XI di SMK Muhammadiyah 2 Yogyakarta yang berjumlah
154 siswa, dengan sampel 110 siswa. Penentuan sampel menggunakan teknik
proportional random sampling. Data diperoleh dengan menggunakan skala perilaku
prososial dan skala kesejahteraan psikologis (psychological well-being). Uji
validitas menggunakan expert jugdement dan uji coba instrumen dengan penentuan
gugur atau tidaknya item dengan rumus Product Moment dari Pearson’s. Uji
reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach dengan program SPSS for Windows
release 21.0 diperoleh koefisien reliabilitas skala perilaku prososial sebesar
0,742 dan skala kesejahteraan psikologis (psychological well-being) sebesar
0,921. Analisis data menggunakan teknik korelasi product moment dari Pearson’s
dengan program SPSS for Windows release 21.0. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa mayoritas siswa kelas XI di SMK Muhammadiyah 2 Yogyakarta memiliki
tingkat perilaku prososial pada kategori tinggi sebanyak 68 siswa (62%) dan
tingkat kesejahteraan psikologis (psychological well-being) pada kategori
tinggi sebanyak 79 siswa (72%). Ada hubungan positif dan signifikan antara
perilaku prososial dengan kesejahteraan psikologis (psychological well-being)
pada siswa kelas XI di SMK Muhammadiyah 2 Yogyakarta dengan nilai koefisien
korelasi sebesar 0,660. Semakin tinggi perilaku prososial pada siswa, maka
semakin tinggi pula kesejahteraan psikologis (psychological well-being) pada
siswa kelas XI di SMK Muhammadiyah 2 Yogyakarta, dan sebaliknya. Berdasarkan
nilai koefisien korelasi dapat diketahui nilai koefisien determinasi (R square=
(0,660)2) yaitu 0,436. Artinya bahwa variabel perilaku prososial memberikan
kontribusi pada kesejahteraan psikologis (psychological well-being) sebesar
43,6% sedangkan 56,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.
Penulis: Ayu Setyawati M
Kode Jurnal: jpbkdd150271